4 Fungsi Surat Perjanjian Hutang Yang Perlu Diketahui

Surat Perjanjian Hutang – Hutang adalah sesuatu yang kerap kali menjadi momok bagi sebagian masyarakat indonesia. Namun beberapa masyarakat ternyata juga melakukan hutang.

Jika anda kebetulan akan melakukan perjanjian hutang, maka tentunya anda akan menyiapkan surat perjanjian hutang yang nantinya akan anda jadikan sebuah bukti yang tertulis dalam perjanjian tersebut.

Hal itu dibuat agar mempunyai sebuah bukti yang sah di mata hukum. Dalam sebuah hutang tentunya memang sangat perlu sekali di lengkapi dengan surat ini karena antara kedua pihak akan menjalankan kewajibannya masing-masing.

Fungsi Surat Perjanjian Hutang

Memang bukan sebuah hal yang sulit ketika menyusun perjanjian yang isinya sebuah proses perjanjian peminjaman sejumlah dana tersebut. dalam pembuatan surat ini biasanya dibutuhkan beberapa saksi yang tentunya saksi tersebut tidak memiliki hubungan dengan kedua belah pihak.

Namun pada kenyataannya terkadang tanpa adanya saksi pun perjanjian hutang yang tertulis ini tetap dibuat dan dilaksanakan. Yang terpenting adalah sama bertanggung jawab.

Berikut beberapa fungsi dari surat perjanjian ini yang tentunya wajib untuk anda ketahui.

1. Konfirmasi Pihak Yang Terlibat Di Dalamnya

Biasanya dalam surat ini akan berisikan mengenai data diri dari kedua pihak yang terlibat hutang. Data diri ini dalam tujuannya untuk menunjuk pihak yang terlibat dalam hutang sehingga nantinya kepada pembaca surat tersebut bisa langsung kenal dan juga tidak ada saling fitnah dan menuduh ketika nantinya terjadi sebuah permasalahan.

2. Kapan Dilakukan Dan Berapa Besar Hutang Harus Saling Mengetahui

Dalam surat perjanjian, semua detil informasi mengenai kedua pihak akan disampaikan, termasuk jumlah hutang yang diterima dalam perjanjian ini. Jumlah ini sangat penting sekali di cantumkan dalam selembar kertas yang tentunya berkekuatan hukum yang bisa dibuktikan dengan materai.

Hal ini dilakukan agar di antara keduanya tidak salah paham dalam jumlah nominal hutang yang pernah disepakati tersebut. Dalam berbagai kasus yang pernah ada, biasanya antara penghutang dan yang dihutangi menaikkan jumlah hutang atau menguranginya dengan sengaja untuk mengambil sebuah keuntungan yang terselubung.

3. Untuk Menghindari Perselisihan Yang Terjadi Antara Kedua Pihak

Surat perjanjian ini nantinya juga akan menyajikan data terkait hutang piutang yang dilakukan oleh kedua pihak secara detail dan juga lengkap. Hal ini tentunya dengan persetujuan antara kedua pihak tersebut.

Persetujuan antara dua pihak ini dibuktikan dengan adanya dua buah tanda tangan yang sudah dilakukan antara keduanya. Sehingga nantinya tidak akan timbul sebuah perselisihan mengenai hutang tersebut.

4. Bisa Menghindari Segala Resiko Yang Akan Terjadi

Kertas yang sudah di tanda tangani serta ditempel materai tersebut tentunya sudah bisa menjadi sebuah kekuatan hukum untuk dijadikan bukti utang piutang yang dilakukan. Hal ini akan bisa menjadi sebuah fungsi untuk menghindari segala resiko yang kemungkinan terjadi. Semisal resiko yang terjadi tersebut adalah si peminjam kabur dengan begitu saja.

Dengan adanya sebuah surat hutang, maka nantinya kasus ini bisa dibawa ke pihak yang berwenang untuk bisa membantu penyelesaian masalah tersebut. Pihak yang berwenang tentunya bisa menyelesaikan kasus ini karena adanya sebuah surat perjanjian yang didalamnya.

Hal ini mempunyai sebuah hukum yang legal dan bisa di terapkan dalam negara indonesia. Dengan adanya surat hutang tersebut tentunya bisa menghindari perilaku curang yang dilakukan antara kedua pihak yang terlibat dalam perjanjian hutang tersebut.

 

Demikian artikel mengenai fungsi surat perjanjian hutang yang dapat disampaikan. Semoga bisa memberikan anda sebuah wawasan mengenai hutang dan juga bisa membuat anda lebih berhati-hati dalam berhutang. Semoga bermanfaat

Leave a Reply