Peristiwa Rengasdengklok : Latar Belakang, Tokoh dan Kronologinya

By | 9 September 2020
Peristiwa Rengasdengklok

Peristiwa Rengasdengklok – Kemerdekaan Bangsa Indonesia yang diraih dengan penuh perjuangan, tentu saja banyak menyisakan sejarah di baliknya. Peristiwa Rengasdengklok sendiri adalah salah satu peristiwa yang ikut mewarnai sejarah aksi kemerdekaan Negara Indonesia.

Peristiwa ini juga sangat lekat dengan proklamasi kemerdekaan Bangsa Indonesia karena melibatkan tokoh-tokoh penting di dalam prosesnya. Berikut adalah informasi mengenai peristiwa di Rengasdengklok yang kaya akan kejadian penting.


Latar Belakang Terjadinya Persitiwa Rengasdengklok

Mengenal Peristiwa Rengasdengklok

Peristiwa yang satu ini dilatar belakangi terjadinya kekalahan Jepang. Pada saat itu, kota yang dianggap penting bagi Jepang yaitu Hirosima dan Nagasaki berhasil dilumpuhkan oleh Amerika Serikat dengan bom. Posisi Jepang semakin terdesak dan menyebabkan menyerahnya Jepang pada sekutu dengan tanpa syarat.

Menyerahnya Jepang juga menjadikan adanya kekosongan kekuasaan di Indonesia. Pihak sekutu yang seharusnya sudah tiba di Indonesia ternyata mengalami keterlambatan kedatangan. Peristiwa kalahnya Jepang pada akhirnya sampai ke telinga para pemuda Indonesia melalui siaran radio. Beberapa diantaranya adalah Chairul Saleh dan Wikana.

Golongan pemuda secepat mungkin segera bertindak dengan mendatangi Soekarno dan Bung Hatta yang saat itu berada di Pegangsaan Timur. Golongan pemuda ingin Soekarno dan Hatta segera mengumumkan kemerdekaan dan melepaskan diri dari segala campur tangan Jepang. Tentu saja saran dari golongan muda secara tegas ditolak oleh Ir. Soekarno.

Sebagai bagian dari golongan tua, Soekarno dan juga Hatta mempunyai pendapat yang berbeda. Golongan tua beranggapan hal yang terkait dengan kemerdekaan haruslah melalui proses perundingan dengan panitia kemerdekaan yang telah disusun. Akibatnya, perdebatan sengit dan tegang pun terjadi dalam rapat.

Golongan pemuda yang kecewa sarannya ditolak, lalu beranggapan bahwa Soekarno dan juga Hatta telah berada di bawah pengaruh Jepang. Inilah latar belakang terjadinya peristiwa penculikan pada Soekarno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok.

Baca Juga: panitia sembilan


Kronologi Terjadinya Rengasdengklok

Mengenal Peristiwa Rengasdengklok

Pada saat itu, tepatnya di tanggal 16 Agustus tahun 1945, para pemuda menggelar rapat di Jalan Cikini, kota Jakarta. Hasil rapat yang diadakan memutuskan untuk segera membawa Soekarno dan juga Hatta keluar dari Jakarta. Setelah melalui proses perundingan, terpilihlah Rengasdengklok yang dianggap sebagai tempat yang paling tepat.

Salah satu alasan mengapa Rengasdengklok dipilih. karena daidan PETA Jakarta dan Rengasdengklok kerap kali melakukan latihan bersama. Selain itu, para pemuda juga akan lebih cepat membaca gerak-gerik pasukan Jepang bila akan menyerang Rengasdengklok. Bala bantuan dari pihak militer pun sudah dipersiapkan dengan matang untuk menyerang Jepang apabila dibutuhkan.

Agenda acara dilanjutkan dengan penjemputan kedua tokoh penting bagi Bangsa Indonesia ini. Bung Kano kala itu dijemput oleh Muwardi ditemani oleh Chairul Saleh. Sementara itu rekan Soekarno yaitu Bung Hatta dijemput oleh Sukarni dengan didampingi Yusuf Kunto. Agenda penculikan ini berada di bawah pimpinan Shudanco Singgih.

Tentu saja kejadian penculikan ini didukung oleh pihak-pihak militer lainnya. Hilangnya kedua tokoh penting tersebut akhirnya disadari oleh Ahmad Soebardjo sebagai bagian dari golongan tua. Digelarlah perundingan antara golongan tua pada saat itu juga dengan Ahmad Soebardjo sebagai ketuanya. Hasil dari perundingan menyatakan setuju untuk secepat mungkin memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.

Kesepakatan antara golongan tua dan pemuda pun dilakukan. Golongan tua ingin para pemuda membawa pulang kedua tokoh, sedangkan golongan pemuda ingin pembacaan proklamasi murni tanpa ada campur tangan Jepang. Akhirnya, setelah semua sepakat, Soekarno dan Bung Hatta kembali ke Jakarta pada 16 Agustus 1945 yang dijemput oleh anggota golongan tua.

Bung Karno dan Bung Hatta pada akhirnya setuju untuk segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia setelah sebelumnya melakukan perundingan dengan Jepang. Sayangnya perundingan itu tidak menemukan titik terang.

Penyusunan naskah proklamasi terjadi di rumah Laksamana Maeda. Perdebatan kembali berlangsung tentang siapa yang akan menandatangani dokumen proklamasi. Akhirnya naskah proklamasi ditandatangani Bung Karno dan Hatta sebagai wakil dari Bangsa Indonesia.


Tujuan Terjadinya Peristiwa Rengasdengklok

Mengenal Peristiwa Rengasdengklok

Peristiwa Rengasdengklok dilakukan bukanlah tanpa tujuan. Alasan mengapa penculikan kedua tokoh penting dilakukan tentu sudah mengalami perdebatan yang panjang di antara para golongan pemuda. Berikut adalah tujuannya :

1. Mendesak Soekarno Dan Hatta

Seperti yang sudah diketahui, semangat golongan pemuda kala itu sedang berapi-api. Para pemuda ingin sesegera mungkin mengumumkan kemerdekaan, terutama saat tidak adanya pemegang kekuasaan di Indonesia.

Para pemuda akhirnya memutuskan untuk membawa Bung Karno dan Hatta menjauh dari Jakarta dan menuju Rengasdengklok. Diyakini oleh para pemuda, bahwa tindakan ini bisa mendesak kedua tokoh untuk segera memproklamasikan kemerdekaan.

2. Menjauhkan Dari Pengaruh Jepang

Golongan tua pada saat itu bersikukuh untuk memegang janji dari pihak Jepang untuk memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Soekarno dan Hatta ingin menghormati Jendral Terauchi, meskipun saat itu Jepang sudah tidak lagi di Indonesia.

Dibawanya Bung Karno dan Hatta ke Rengasdengklok tidak lain dengan tujuan untuk membuka jalan pikiran keduanya dari pengaruh Jepang. Harapan para pemuda adalah Bung Karno dan Hatta setuju untuk segera memproklamasikan kemerdekaan.

3. Proklamasi Dengan Tempo Yang Secepat-Cepatnya

Kekalahan Jepang tentu menjadi hal besar bagi para pemuda pada saat itu. Ratusan tahun berada di bawah jajahan bangsa lain, kini Indonesia bisa untuk berdiri sendiri. Ditambah lagi dengan adanya kekosongan kekuasaan, tentu akan memuluskan jalan Indonesia untuk merdeka.

Status ini tentu tidak akan bertahan lama. Maka dari itu, para pejuang kemerdekaan terutama yang berasal dari golongan pemuda mendesak Soekarno dan Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan dengan tempo yang secepat-cepatnya.

4. Menunjukkan Perjuangan Bangsa Indonesia

Perjuangan yang tiada habisnya seakan tidak pernah cukup untuk meraih kemerdekaan bangsa sendiri. Rakyat Indonesia ingin menunjukkan bahwa kemerdekaan ini adalah puncak dari pengorbanan selama beratus-ratus tahun.

Dengan menculik kedua tokoh tersebut, rakyat Indonesia berharap bisa menunjukkan kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah dari siapapun. Banyak yang berpendapat, jika Soekarno dan Hatta tetap menunggu, maka sama saja kemerdekaan Indonesia adalah hadiah dari Jepang.

Baca Juga: manajemen sumber daya manusia


Akhir Dari Peristiwa Rengasdengklok

Mengenal Peristiwa Rengasdengklok

Untuk menengahi perdebatan panjang antar golongan, terjadilah kesepakatan antara para pemuda, perwakilan golongan tua, dan juga Laksamana Maeda terkait tentang kemerdekaan Indonesia.

Pada akhirnya kelompok golongan tua yang salah satunya diwakili oleh Ahmad Soebardjo segera menuju Rengasdengklok. Iring-iringan tersebut sampai di tempat pada pukul 17.40 Waktu Indonesia Barat.

Tentu saja Ahmad Soebardjo mempunyai peranan yang sangat penting dalam peristiwa dikembalikannya Bung Karno dan Hatta. Ahmad Soebarjo berhasil memperoleh kepercayaan dari golongan pemuda dan mengatakan bahwa proklamasi akan diadakan esok hari pada pukul 12.00.

Mempertaruhkan nyawa, pada akhirnya Subeno yang kala itu berperan sebagai komandan PETA Cudanco, setuju untuk membebaskan Soekarno dan Hatta ke Jakarta. Kendati demikian, pada saat itu hotel Des Indes tidak memungkinkan untuk dijadikan tempat pertemuan di atas pukul 22.00. Laksana Maeda dengan kerendahan hati menawarkan tempat tinggalnya sebagai tempat rapat.

Disetujui oleh semu pihak, akhirnya perumusan naskah proklamasi diadakan di rumah Laksamana Maeda. Pembacaan naskah proklamasi dilakukan di kediaman Soekarno tepatnya di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 pada tanggal 17 Agustus tahun 1945 tepat pukul 10.00

Demikian adalah rentetan peristiwa Rengasdengklok mulai dari latar belakang hingga berakhir dengan keberhasilan rakyat Indonesia mencapai kemerdekaan. Semoga bermanfaat untuk menambah wawasan tentang betapa kerasnya perjuangan para pahlawan dalam meraih kemerdekaan.

Peristiwa Rengasdengklok

Leave a Reply

Your email address will not be published.