Apakah Makna “Hijrah” yang Sesungguhnya ? Untukmu yang Ingin Berhijrah, Renungkan

Alhamdulillah waa syukurillah atas nikmat yang Allah berikan kepada kita semua. Untuk nikmat iman serta nikmat islam yang masih di beri-Nya kepada kita semua. Semoga teman akrab hawa selamanya di memberikan rahmat dan berkah oleh Allah S.W.T.

Sahabat yang shalih dan shalihah kerap kami mendengar kata “Hijrah” di dalam kehidupan sehari-hari kita.  Hijrah pun mempunyai banyak macam. Namun Hijrah yang paling baik adalah Hijrah manuju jalan Allah S.W.T.

“Bahwasanya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan mengusahakan bersungguh-sungguh pada jalan Allah, mereka itulah mendapat rahmat Allah dan Allah maha pengampun lagi maha pengasih” ( 2: 218 ).

Kita juga mengetahui bahwa apa yang dikerjakan oleh Nabi dan Rasul serta sahabat-sahabatnya tidaklah mudah, baik di di dalam hadapi umat muslim sendiri maupun di dalam mengahadapi dunia luar.


I. Apa Makna itu Hijrah yang sebenarnya ?

hijrah
apa itu hijrah

Makna hijrah sendiri dari kata “Hadjara” yang juga mempunyai banyak makna dan makna. Diantara yang terdapat itu adalah sebagai selanjutnya :

 Hijrah di dalam makna: Menyingkiri ( suatu hal ), layaknya yang di jeaskan di dalam Al–Quran Surat Al–Mudatsir ayat 5 :

.. Dan singkirilah tingkah laku dosa itu”
( QS. Al-Mudatsir ayat 5 )

 Hijrah di dalam makna : meninggalkan dan berpaling (dari pada sesuatu), Al–Quran Surat Maryam ayat 46 :

..Dan tinggalkanlah kami sebentar”
( QS. Maryam ayat 46)

Yang menceritakan perihal riwayat Nabi Ibrahim di dalam hadapi kaum musyrikin pada zamannya. Potongan ayat selanjutnya adalah bagian dari perkataan orang musyrikin kepada Nabi Ibrahim supaya meninggalkan mereka untuk selagi selagi supaya mereka tidak terganggu di dalam mneyambah berhalanya. Ptongan ayat ini hanyalh untuk memperluas ilmu kami perihal Hijrah.

 Hijrah di dalam makna : Menjauhkan diri ( dari suatu hal ), yang terdapat di di dalam Al–Quran Surat Al–Muzammil ayat 10 :

.. Dan hendaklah engkau sabar atas perkara yang mereka katakan dan hendaklah engkau ( Muhammad ) menjauhkan diri dari mereka, bersama laku dan langkah (menjauhkan) yang baik.”
( QS. Surat Al-Muzammil ayat 10)

Karena seutuhnya berdasarkan penyelidikan dan pengalaman panca indera. Hal ini tentu tidak mudah dan sulit untuk disengajakn bersama-sama

Contohnya, selagi seorang muslim melihat seorang musyrik sedang menyembah berhala, yang ia melaksanakan adalah mnegajak seorang kawannya untuk melihat perihal tersebut. Seharusnya pada selagi ia mneyaksikan perihal tersebut, maka pada selagi itu juga ia perlu meninggalkan atau menjauhkan diri dari tempat itu. bersama tidak bergantung kepada kawannya atau tidak.

 Hijrah di dalam makna : Memisahkan ( suatu hal ), layaknya yang bertujuan di dalam Al-Quran Surat An-Nisa ayat 34 :

..Dan pisahkanlah mereka ( perempuan ) di di dalam tempat-tempat tidurnya….”
(QS An-Nisa ayat 34)

Yang dimaksud di sini adalah, bahwa kejadian yang demikianlah itu-perpisahan pada laki-laki dan perempuan, kalau di dalam ikatan suami-istri

 Hijrah di dalam makna : Memutuskan perhubungan ( bersama suatu hal ) atau ganti dari suatu hal kepada yang lainnya. Seperti yang bertujuan di di dalam Al-Quran surat Ali-Imran ayat 194 :

…Maka mereka yang ganti dari mekah, menentukan perhubungan dan karena dikeluarkan oleh orang Quraisy dari tempat-tempat kediaman mereka itu….
(QS. Ali Imran 3 : 194)

Sudah mengetahui bahwan makna kata hadjarah di dalam ayat ini adalah,putus pertalian atau ganti tempat dari satu tempat ke tempat yang lainnya.

Hal ini karena mereka dikeluarkan ( di usir ) atau di halaukan berasal dari tempat kedudukannya yang semula; bukanlah sengaja menentukan perhubungan itu, karena hawa nafsunya.

Ayat ini mengkaji perihal yang umum, seba di di dalam ayat itu di jelaskan bahwa ganti itu dikerjakan bersama-sama

…min dzakarin au untsa….”
( berasal dari pada laki-laki atau perempuan )
jadi beda bersama ayat-ayat yang selanjutnya di dalam (1), (2), (3)


II. Siapakah yang Layak Melakukan Hijrah ?

arti hijrah
apa itu hijrah

Menurut riwayat islam ( Al–Quran ), yang perlu melaksanakan Hijrah ialah masing-masing orang laki-laki dan perempuan, tua dan muda. Di di dalam potongan ayat Al-Quran, Surat Al-Ahzab ayat 50, juga di tegaskan , bahwa orang-orang perempuan pun perlu ikut melaksanakan Hijrah, bersamaan bersama laki-laki, istimewa Nabi :

..(Mereka perempuan) yang hijrah berserta engkau Muhammad!”
( QS.AL Ahzab ayat 50)

Mereka melaksanakan hijrah bersama Nabi di dalam tiap tiap perkara dan tiap ketetapan juga ada pengecualiannya. Seperti yang di terangkan Allah di dalam firman Allah Surat An-Nisa ayat 98 :

“Melainkan orang-orang yang lemah berasal dari pada orang laki-laki dan perempuan dan anak-anak, yang tidak mempunyai kekuatan ( kekuasaan ), atau tidak mendapat jalan ( untuk Hijrah itu)”
( QS An Nisa ayat 98).


III. Lalu Perlu Berhijrah Kemana?

pengertian hijrah
pengertian hijrah

Di di dalam tarikhhijrah dikerjakan berkali-kali, tempat dan tujuannya pun berbeda-beda

1). Hijrah ke Habsyi, yang dikerjakan di di dalam pertengahan zaman mekkah;

2). Hijrah Nabi dan sesudah itu diikuti oleh sahabat-sahabat dan sanak keluarga ke Madinah; sebelum itu tercatat pula, Hijrah sahabat-sahabat Nabi ke Madinah di dalam awal th. kenabian yang ke 13, sesudah baiat Aqabah kedua.
Bagi kaum Muslimin ‘umumnya sukarlah memperbedakan pada mekkah dan Habsyi, Mekkah atau Madinah, begitu juga perbedaan pada satu bersama yang lainnya.

Jadi, kalau kami hendak mengikuti ( itba’) langkah Nabi. Di di dalam bagian Hijrah yang terlampau terlampau perlu ini, bukanlah maksudnya, supaya kami pergi ke Mekkah ( di negeri Arab ).


IV . Hijrah Berlaku untuk siapakah ?

apa itu hijrah
pengertian hijrah

Dalam pengertian hijrah itu sendiri berlaku dan terbagi menjadi tiga bagian :

 Wajibnya Hijrah

Wajibnya Hijrah yang dijatuhkan atas kaum muslimin, bukanlah orang-orang yang bertempat tinggal di Madinah, di Habsyi ataupun di lain-lain tempat, melainkan ialah perlu atas kaum muslimin yang bertempat tinggal dan berumah di mekkah.

Orang-orang yang di Madinah atau lain-lain tempat diluar Mekkah itu, boleh menjadi bagian kaum Muslimin yang membela dan memperlindungi ( Anshar ) saudara-saudara kaum Muhajirin; boleh juga ia menjadi kaum Munafiqin, yang pura2 masuk islam, tapi sengguhnya hendak melaksanakan khianat, ataupun mereka itu boleh selamanya di di dalam kekufurannya, tegasnya memegang teguh dapat keputusan dan keyakinan-agamanya yang dulu-dulu ( sebelum islam ).

Itulah cuma terserah kepada mereka itu sendiri, dan bergantung kepada pertolongan Allah semata-mata. Orang-orang Mukmin yang Hijrah baik ke Habsyi, atau ke Madinah samalah derajatnya, layaknya yang dijelaskan di di dalam Al-Quran Surat An-Anfal ayat 75 :

..Dan orang-orang yang sesudah itu beriman, dan hijrah dan mengusahakan sungguh2 pada jaln Allah bersama-sama kamu, mereka itulah juga golonganmu ( ummat Muhammad ).
(QS. An-Anfal ayat 75)

 Zaman Hijrah

Pada zaman ini, yang berlakunya Hijrah Nabi, hingga kepada zaman fatah dan zaman falah, lebih jelasnya: zaman kemenangan islam, yang lamanya tidak cukup lebih 8 th. itu, kaum Muslimin yang juga bagian Ansar-sesungguhnya mereka itu tidak ikut Hijrah, karena tidak ada alasan untuk melaksanakan Hijrah itu-mempunyai derajat yang bersamaan bersama kaum Muhajirin.

Bahkan di di dalam Al-Quran Surat Al-Anfal ayat 72 dikatakan, bahwa mereka itu adalah pembela dan pelindung pada satu bersama yang lainnya :

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan mirip Hijrah dan mirip bisnis bersama sungguh2 pada jalan Allah bersama harta benda dan jiwanya, dan orang-orang yang memberi tempat pertolongan dan membantunya ;mereka itulah satu mirip lindung-melindungi….
(QS. Al-Anfal ayat 72)

Lebih mengetahui lagi di ayat 74, dikatakan bahwa mereka itu –Muhajirin dan Ansar adalah orang-orang Mukmin yang sunguh-sungguh:

… Dan mereka yang beriman, dan Hijrah dan bekerja nyata-nyata pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi pertolongan dan membela ( mereka itu ); Mereka ( Muhajirin dan Ansyar ) itu orang-orang yang beriman yang sesungguh-sungguhnya; bagi mereka itu ( diberikan Allah ) ampun dan rizki ( pemeliharaan ) yang cukup-cukup.”

 Kesudahan Hijrah

Hijrah itu tidak boleh disudahi dan diperhentikan, sebelum singgah falah (bahagia) dan Fatah (kemenangan) yang nyata. Hijrah perlu terus berjalan, selama di tempat itu masih merajalela keputusan Zahiliyyah (Thaghut),

Dalam Tarikh dijelaskan, bahwa berhentinya Hijrah itu pada selagi islam udah mendapat kemenangan atas Mekkah, satu kemenangan yang cuma dapat tercapai bersama kemauan (Iradat) dan kekuasaan (Qudrad) Allah S.W.T

Sejak zaman itu tidak lagi berjalan putus pertalian atau perpisahan pada Mekkah dan Madinah, melainkan ke dua itu disatukan.


V. Sebab sebab Mengapa Harus Hijrah

apa itu hijrah
apa itu hijrah

jika kami inginkan mengetahui alasan kenapa kami perlu berhijrah. Hendaknya kami dapat membuka AL-Qur’an pada ayat-ayat selanjutnya :

( 74 : 5 , ( 19 : 46 ), ( 25 : 30 ), ( 73 : 10 ), ( 4 : 34 ), ( 29 : 26 ), ( 3 : 194 )

Di di dalam ayat-ayat diatas udah dijelaskan Hijrah yang dikerjakan oleh Nabi. di bagi menjadi dua bagian besar, yakni :
• Hijrah yang diwajibkan atas manusia seorang diri ( individu ), yang cuma dapat dikerjakan oleh seorang saja.

• Hijrah yang diwajibkan atas segolongan manusia sebagai satu badan universal. Hijrah bagian ini dapat dan perlu dikerjakan bersama-sama. Hijrah ini juga di bagi menjadi dua bagian :

(1) Hijrah ini boleh kami namakan Hijrah ke di dalam ( Intern ). Karena sikap danlangkah Nabi di dalam Hijrah cuma perihal kepentingan dan kepentingan kaum Muslimin sendiri, di di dalam dan atas kaum Muslimin itu pula.

(2) hijrah ke dua ini dinamakan Hijrah ke luar ( Extern ). Karena di di dalam hijrah ini perihal sikap dan tabiat nabi pada orang orang di luar golongan kaum Muslimin.

Jika kami suka menyelidiki Tarikh Nabi, bersama teliti, maka kami dapat mengetahui, bahwa yang membuat timbulnya Hijrah yang (1) ataupun yang (2) hanyalah karena ada Fitnah di di dalam Agama semata-mata, sebagaimana yang selanjutnya di dalam Firman Allah :

….Dan sebenarnya Robb-Mu perihal orang-orang yang Hijrah, sesudah mereka mendapat fitnah ( cobaan ) dan sesudah itu bisnis sungguh2 dan bersabar–sesungguhnya Robb-Mu itu maha pengampun pengasih.
(QS An-Nahl ayat 110)

selain iti di riwayatkan di dalam suatu Hadist siti Aisyah :

….Maka Hijrah itu perlu atas masing-masing Muslim yang cemas difitnah karena agamanya.

kata fitnah memilki makna : kesukaran, penganiayaan ( dzalim ), ada masalah dan lain-lain. Namun fitnah yang sebenarnya juga dapat artinya : Cobaan, Ujian, Siksa dan ketiadaan keyakinan (jahil).

Perbuatan seorang mengajak–ajak atau membujuk orang, supaya durhaka, dikatakan juga fitnah. Orang menganiaya ataupun menyiksa orang, supaya terjerumus berasal dari jalan yang benar, disebut juga bersama fitnah. Pemberian makanan dan minuman atau lain-lain yang nampaknya lezat tapi dilarang di dalam agama islam, juga dapat di sebut fitnah.

Bila di simpulkan fitnah dapat artinya : setiap tingkah laku atau apa-pun juga sifat dan wujudnya yang membuat manusia tersesat berasal dari jalan yang benar


VI. Maksud dan Tujuan Hijrah

arti hijrah
pengertian hijrah

Maksud dan target Hijrah yang utama adalah mengharapakan, melacak dan memperoleh Rahmat berasal dari Allah ta’ala, layaknya yang dijelaskan di dalam Surat At-Taubah ayat 100 :

Dan perihal yang terutama dahulu, (orang-orang) yang pertama-tama termasik golongan Muhajirin dan Anshar, dan orang2 yang mengikuti ( langkah ) mereka itu bersama sebaik-baiknya ( semulia-mulianya); (maka) Allah meridhai mereka itu ridho dapat dia(Allah)..
( QS AT-Taubah ayat 100 )


VII. Macam-macam Hijrah

apa itu hijrah
apa itu hijrah

menurut sifatnya hijrah dapat di bagi menjadi 4 bagian, yakni :

• Hijrah Fi-Liyah

Adapun yang dimaksud bersama Hijrah Fi-Liyah adalah hijrah yang membelakangkan keduniaan. Orang yang melaksanakan hijrah Fi-Liyah mempunyai keyakinan dan mengetahui dapat kewajibannya untuk hijrah. Hijrahnya pun masuk ke di dalam hijrah I’tiqad yang artinya hijrahnya cuma kepada Allah ( Hubullah).

Orang yang hijrah kepada Allah juga tidak lagi terfokus kepada kehidupan duniawi tapi ia dapat melacak jalan supaya selamanya ingat kepada Allah ta’ala. Seperti yang dijelaskan di dalam Al-Quran, Surat An-Nahl ayat 41 :

Dan perihal orang-orang yang Hijrah karena Allah, sesudah mereka mendapat penganiayaan pastilah kami ( Allah ) dapat memberi kepadanya tempat di dunia yang baik ( hasanah ) dan ganjarannya ( kami kepada mereka itu ) di akhirat tentulah lebih besar, kalau saja mereka itu mengetahui.
(Al-Quran, Surat An-Nahl ayat 41)

• Hijrah Fi – Sabilillah

Hijrah Fisabilillah adalah hijrah I’tiqad yang pengamalannya perlu benar. Seperti dijelaskan di di dalam Al-Quran Surat Al-Hajj ayat 58 :

Dan mereka yang Hijrah pada jalan Allah dan sesudah itu mereka itu dibunuh atau mati; pastilah dapat memberi rizki yang baik ( pemeliharaan yang bagus) bahwasanya Allah adalah pemberi rizki ( pemelihara ) yang sebagus-bagusnya bagi mereka.
( QS Al-Hajj ayat 58 )

• Hijrah Illallah

sebelum kami membahasnya dapat kami melihat di di dalam Surat Al–ankabut ayat 26 , Orang yang Hijrah Illallah ini mempunyai satu keyakinan, bahwa semesta alam ini adalah kepunyaan Allah dan segala sesuatunya adalah kuasa Allah. Serta yakin bahwa semua yang ada di dunia ini perlu lagi kepada Allah.

Orang yang melaksanakan Hijrah Illallah ini berpendirian, bahwa segala apa yang perihal dirinya atau yang ada diluar dirinya, haruslah menjadi “jembatan”, untuk tawaddu dan dzikir kepada yang Allah Yang Maha Esa

Hijrah Fi-Liah tidak dapat sempurna, kalau tidak dikerjakan Hijrah Fisabilillah sebelumnya, demikianlah pula Hijrah illallah ini tidak dapat dapat sempurna, kalau tidak mengikuti tata langkah hijrah yang dikerjakan oleh Rasulullah

• Hijrah Illallah wa IllaRasulihi

Tentang Hijrah ini, pada lain-lain dijelaskan di dalam Hadist yang diriwayatkan dari siti aisyah sebagai selanjutnya :

Tidak ada Hijrah pada selagi ( hari ) sesudah ( singgah ) fatah karena sebenarnya Hijrah itu adalah situasi kaum Muslimin ( pergi ) memperoleh Allah Ta’ala dan pergi memperoleh Rasulullah, karena Agamanya”


VIII. Sahnya Hijrah

arti hijrah
pemuda hijrah

Semua ayat Al-Qur’an serta haitds yang kami bahas bersama pastinya udah memadai menjelaskan apa makna HIjrah yang sesungguhnya. Banyak sekali makna dan makna dari kata “ Hijrah “ tapi hijrah yang paling benar dikerjakan adalah Hijrah Karena Allah ta’ala. Hijrah sendiri tidak dapat dikatakan sah jikalau kami tidak melalukan jihad.

Hijrah yang tidak melaksanakan jihad adalah hijrah yang negative. Jika kami melihat kejahatan atau keburukan, baik yang perihal seorang maupun yang perihal penduduk umum, sesudah itu kami meninggalkan keburukan itu.

Menentukan perhubungan bersama dia, ataupun menjauhkan diri dari pada situasi atau kejadian itu, bukanlah tingkah laku yang demikianlah itu boleh dikatakan Hijrah, Apabila kami masih suka mencela dan tidak pandai memperbaiki diri bukanlah Hijrah namanya

Oleh karena itu, untuk menyempurnakan amal tingkah laku kami di di dalam melaksanakan wajib, yang chas ataupun yang ‘am, perlulah kami menentukan Program Jihad. Suatu langkah untuk meperbaiki diri mnejadi lebih baik lagi.

Tinggalkan komentar