Sejarah Pembentukan BPUPKI dan PPKI

BPUPKI dan PPKI – Masih ingat peristiwa Perang Dunia II? Peristiwa di mana Jepang mengalami vacuum of power karena kekalahannya dari Amerika Serikat. Tidak lama setelah peristiwa tersebut, terbentuklah 2 badan yang berperan penting dalam kemerdekaan Indonesia, yaitu BPUPKI dan PPKI.

Pada tanggal 1 Maret 1945, Kumaaikici Hara yang merupakan orang Jepang mengumumkan bahwa Indonesia harus membentuk Dokuritsu Jubi Chosakai, yang dalam bahasa Indonesia artinya Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau BPUPKI.

Tujuan akan dibentuknya badan tersebut adalah untuk menarik simpati bangsa Indonesia agar tetap memberikan dukungan kepada Jepang dan ikut serta membantu dalam perang. Yang menarik adalah dalam pengumuman tersebut Jepang menjanjikan akan membantu proses kemerdekaan Indonesia.

Pembentukan BPUPKI

Pembentukan PPKI

Pembentukan PPKI

BPUPKI diresmikan pada 28 Mei 1945 setelah semua persiapan sudah selesai. Adapun ketua dari BPUPKI adalah Dr. Radjiman Widyodiningrat yang diwakili oleh Ichibangase dan RP. Suroso sebagai kepala sekretariat. Selain itu, jumlah anggota BPUPKI kurang lebih ada 60 orang.

Tujuan dibentuknya BPUPKI adalah untuk menyelidiki sekaligus mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan pembentukan negara Indonesia. Di mana apabila Indonesia menginginkan kemerdekaan, maka Indonesia harus memiliki konsep dasar kenegaraan. Oleh karena itu BPUPKI kemudian melakukan sidang sebanyak 2x.

Sidang pertama berlangsung pada 29 Mei – 1 Juni 1945 dengan pokok pembahasannya adalah dasar Negara Indonesia. Adapun hasil sidang pertama BPUPKI adalah terbentuknya Piagam Jakarta atau Jakarta Charter yang berisi serangkaian rumusan dasar negara dari Moh. Yamin, Mr. Supomo dan Ir. Soekarno.

Beberapa hari setelah sidang pertama dilaksanakan, BPUPKI kemudian menggelar sidang kedua pada 10 Juli 1945. Pada sidang kedua ini membahas tentang bentuk negara dan rancangan Undang-Undang Dasar atau UUD yang kemudian membentuk Panitia Perancang UUD yang diketuai oleh Ir. Soekarno.

Adapun hasil sidang kedua di antaranya menetapkan bahwa bentuk Negara Indonesia adalah negara kesatuan dan berbentuk republik.

Pembentukan PPKI

BPUPKI Dan PPKI

BPUPKI Dan PPKI

BPUPKI dan PPKI merupakan 2 badan yang saling berhubungan. Di mana setelah dibubarkannya BPUPKI pada 7 Agustus 1945 Jenderal Teruchi kemudian menyetujui dibentuknya Dokuritsu Junbi Inkai yang dalam bahasa Indonesia artinya Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Hal tersebut dilatarbelakangi oleh Jepang yang sering mengalami kekalahan di Perang Asia Timur Raya dan keadaan Jepang yang semakin kritis setelah dua kota terpentingnya, Hiroshima dan Nagasaki dijatuhi bom atom oleh Amerika Serikat pada 6 Agustus 1945.

PPKI kemudian diresmikan pada 9 Agustus 1945 oleh Jenderal Terauchi dan menunjuk Ir. Soekarno sebagai ketua dan Drs. Moh. Hatta sebagai wakilnya. Pada tanggal yang sama, Pemerintah Kekaisaran Jepang memutuskan menyerahkan semua persiapan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia.

Karena pada saat itu kondisinya benar-benar tidak memungkinkan untuk membantu. Seperti halnya BPUPKI, PPKI juga melakukan sidang sebanyak 3x, yaitu pada 18, 19 dan 22 Agustus 1945. Adapun hasil sidangnya adalah:

  • Pengesahan UUD 1945
  • Menetapkan dan mengangkat Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden
  • Sebelum MPR & DPR terbentuk, tugas Presiden dibantu Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP)
  • Pembentukan 12 Kementrian dan 4 Menteri Negara
  • Pembentukan Pemerintah Daerah yang kemudian membagi wilayah Indonesia menjadi 8 Provinsi.
  • Membentuk Panitia Nasional Indonesia
  • Pembentukan Badan Keamanan Rakyat
  • Membentuk KNIP

Dalam sejarah Indonesia, BPUPKI dan PPKI memiliki peran yang sangat besar dalam membantu proses dan persiapan kemerdekaan Indonesia. Tugas dan fungsi keduanya saling berhubungan, adapun hasil kerja keras dari anggotanya adalah pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia menyatakan kemerdekaannya atas Jepang. Akan tetapi, pada tanggal 29 Agustus 1945 PPKI dibubarkan karena tugasnya sudah selesai.

 

Leave a Reply