Pembagian Waktu di Indonesia Beserta Daerah dan Sejarah Singkatnya

By | 15 October 2020
Pembagian Waktu Di Indonesia

Pembagian Waktu di Indonesia – Pernah bertanya-tanya mengapa waktu di Jakarta lebih lambat dibandingkan di Maluku? Misalnya di Jakarta baru pukul enam sore, sedangkan di Maluku sudah pukul delapan malam. Mengapa ada perbedaan waktu meski sama-sama di Indonesia? Jawabannya adalah karena ada pembagian waktu di Indonesia berdasarkan Garis Bujur Timur.

Itulah mengapa Indonesia memiliki tiga zona waktu, yaitu bagian barat (Waktu Indonesia bagian Barat – WIB), bagian tengah (Waktu Indonesia bagian Tengah – WITA), dan bagian timur (Waktu Indonesia bagian Timur – WIT).

Kesepakatan tiga zona waktu tersebut dituangkan dalam Keputusan Presiden Nomor 41 Tahun 1987. Aturan tersebut tidak hanya menyatakan tiga zona waktu di Indonesia, tetapi juga daerah-daerah yang termasuk ke dalam masing-masing zona pembagian waktu di Indonesia. Dengan adanya keputusan presiden ini, maka secara sah derajat Bujur Timur dijadikan acuan untuk menentukan waktu di Indonesia.


Zona Pembagian Waktu di Indonesia Beserta Daerahnya

pembagian waktu di indonesia

Pembagian waktu berdasarkan Garis Bujur Timur ditentukan karena bentuk bumi bulat 360 derajat dan dibutuhkan 24 jam untuk berotasi. Artinya, satu kali rotasi bumi dapat memutari matahari sepenuhnya. Secara geografis Indonesia terletak pada 95⁰ Bujur Timur hingga 141⁰ Bujur Timur. Satu jam sama dengan 15⁰ derajat garis bujur, maka panjangnya wilayah Indonesia dikonversikan ke dalam hitungan jam. Hasilnya adalah tiga zona pembagian waktu di Indonesia sebagai berikut:

1. Zona Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB)

Zona Waktu Indonesia bagian Barat (WIB) membentang hingga 105⁰ Bujur Timur. Sepanjang garis ini, terdapat pulau Sumatera, Jawa, Madura, dan sebagian Kalimantan, yaitu Kalimantan bagian barat dan tengah. Jika ingin mengetahui lebih detail, ini lah provinsi mana saja yang masuk ke Waktu Indonesia bagian Barat adalah:

  • Aceh
  • Sumatera Utara
  • Sumatera Barat
  • Riau
  • Kepulauan Riau
  • Kepulauan Bangka Belitung
  • Jambi
  • Bengkulu
  • Sumatera Selatan
  • Lampung
  • Banten
  • Daerah Khusus Ibukota Jakarta
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Jawa Timur
  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Tengah

Untuk menetapkan waktu seluruh wilayah di atas, gunakan rumus waktu GMT+7. Adapun konsep GMT adalah perhitungan zona waktu berdasarkan Greenwich Mean Time, sebuah kota di Inggris yang terletak pada 0⁰ garis bujur. Lokasi ini menjadi patokan waktu bagi seluruh negara di dunia. Karena Indonesia terletak di sebelah barat GMT, maka rumusnya adalah + dari waktu di GMT.

2. Zona Waktu Indonesia Bagian Tengah (WITA)

Zona pembagian waktu di Indonesia yang kedua adalah Waktu Indonesia bagian Tengah (WITA). Daerah-daerah yang masuk ke zona WITA terletak pada 120⁰ Bujur Timur, yakni sebagian pulau Kalimantan (bagian utara, timur, dan selatan), pulau Sulawesi, pulau Bali, dan wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Berikut adalah provinsi-provinsi yang termasuk ke dalam WITA:

  • Kalimantan Utara
  • Kalimantan Timur
  • Kalimantan Selatan
  • Sulawesi Barat
  • Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Selatan
  • Sulawesi Tenggara
  • Sulawesi Utara
  • Gorontalo
  • Bali
  • Nusa Tenggara Barat
  • Nusa Tenggara Timur

Selisih antara WITA dengan WIB adalah satu jam. Wilayah-wilayah yang ada di WITA satu jam lebih cepat. Misalnya, di Bandung baru pukul delapan, maka di Makassar sudah pukul sembilan. Hal ini dikarenakan rumus perhitungan waktu untuk zona WITA adalah GMT+8.

3. Zona Waktu Indonesia Bagian Timur (WIT)

Zona terakhir adalah Wilayah Indonesia bagian Timur (WIT). Mudahnya, ini adalah bagian timur Indonesia. Wilayah ini membentang hingga 135⁰ Bujur Timur yang mencakup pulau Maluku, pulau Papua, dan sejumlah kepulauan kecil lainnya. Secara provinsi yang termasuk wilayah ini adalah:

  • Maluku
  • Maluku Utara
  • Papua
  • Papua Barat

Selisih waktu antara WIT dan WITA adalah satu jam, sedangkan dengan WIB adalah dua jam. Maka tak heran daerah timur Indonesia dirasa lebih cepat siang oleh orang-orang di barat. Karena jam sepuluh pagi di Indonesia bagian barat ternyata sudah jam dua belas siang di Irian Jaya. Dengan begitu, rumus GMT-nya pun selisih dua dari Indonesia barat, yaitu GMT+9.


Manfaat Pembagian Waktu di Indonesia

pembagian waktu

Penetapan Keputusan Presiden Nomor 41 Tahun 1987 mengenai pembagian waktu di Indonesia bukan tanpa alasan. Ini berkaitan dengan penyederhanaan aturan negara serta menjaga keseimbangan aktivitas masyarakat. Berikut adalah beberapa manfaat adanya pembagian wilayah berdasarkan zona waktu, di antaranya :

1. Faktor Agama

Adanya zona waktu mempermudah kehidupan beragama masyarakat. Misalnya bagi umat muslim dapat mengatur waktu adzan. Ini berkaitan dengan ibadah shalat dan waktu berbuka puasa mereka saat di bulan Ramadhan.

2. Lalu Lintas

Salah satu alat transportasi yang dapat digunakan ke Indonesia bagian timur adalah pesawat terbang. Dengan adanya pembagian zona waktu, awak pesawat dapat mempersiapkan penerbangannya karena kondisi siang dan malam pasti berbeda. Tak hanya itu, untuk lalu lintas pun bisa ditentukan jadwal untuk kemungkinan tiba di suatu tempat. Sehingga seseorang dapat memprediksi perjalanannya dengan lebih baik.

3. Penentu Kebijakan Pemerintah

Pembagian waktu di Indonesia tidak hanya menyebabkan perbedaan zona waktu, tetapi juga kebiasaan hidup masyarakatnya. Saat pemerintah hendak memutuskan suatu kebijakan, maka harus bisa diterapkan ke seluruh masyarakat, mulai dari wilayah barat hingga timur. Jika tidak ada pembagian waktu, maka sulit untuk memprediksi kebiasaan hidup masyarakat di masing-masing daerah. Adanya pembagian ini memudahkan pemerintah untuk merancang kebijakan yang bisa diaplikasikan ke seluruh wilayah.


Sejarah Singkat Pembagian Waktu di Indonesia

Pembagian Waktu di Indonesia

Pembagian waktu di Indonesia sebenarnya sudah dilakukan sejak jaman penjajahan Belanda. Pertama kali dilakukan aturan Governments Besluits yang menetapkan wilayah Jawa Tengah sebagai mintakad (zona waktu) dengan GMT+7:12. Aturan ini dibuat pada 1 Mei 1908, namun pada Februari 1918 berubah dengan menetapkan kota Padang -39 menit dari waktu Jawa Tengah.

Aturan kembali berubah pada tahun 1924 yang menetapkan kembali Jawa Tengah menjadi GMT+7:20. Sementara itu wilayah Indonesia lainnya ditambahkan beberapa menit dari Jawa Tengah. Misalnya, daerah Bali dan Lombok harus +22 menit dari Jawa Tengah. Kota Makassar +38 menit dari Jawa Tengah, bahkan kota Padang pun ikut berubah menjadi -7 menit dari Jawa Tengah.

Indonesia sempat dibagi ke dalam enam wilayah waktu pada tahun 1932. Saat itu setiap wilayah memiliki selisih waktu 30 menit. Pada tahun 1942 adalah masa penjajahan Jepang di Indonesia. Demi kepentingan militer pemerintahan Jepang mengubah aturan waktu yang dibuat oleh Belanda. Mereka menjadi waktu Tokyo (GMT+9) sebagai acuan. Dengan begitu, zona waktu di Jawa ikut berubah menjadi dimajukan ke GMT+7:30.

Seiring dengan kemerdekaan Indonesia, akhirnya pemerintah Indonesia menetapkan sendiri aturan pembagian waktu ini. Tahun 1963 adalah tahun diresmikannya aturan pembagian waktu yang dibuat oleh pemerintah Indonesia sendiri. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 243 Tahun 1963 disahkan dan mulai berlaku di Indonesia.

Namun kemudian diamandemen menjadi Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 41 Tahun 1987. Perubahan tidak begitu signifikan karena intinya Indonesia tetap dibagi menjadi tiga wilayah. Hanya saja pada keputusan terbaru zona ditentukan menjadi wilayah barat (WIB), wilayah tengah (WITA), dan wilayah timur (WIT).

Pembagian Waktu di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published.