Metamorfosis Lebah : Gambar, Proses, Tahapan dan Penjelasannya

Metamorfosis Lebah

Metamorfosis Lebah – Hampir setiap serangga, pasti mengalami yang namanya proses metamorfosis. Tak terkecuali dengan lebah. Meskipun jenis lebah itu banyak macamnya.

Semua lebah tersebut pasti mengalami proses metamorfosis. Metamorfosis lebah ini merupakan proses seekor lebah menuju tahap sempurna dalam pembentukan organ – organ penting pada tubuhnya, seperti sayap, mata maupun bulu.


Pengertian Metamorfosis

Metamorfosis Lebah

Sebelum membahas jauh pada bahasan tentang metamorfosis lebah, alangkah lebih baiknya jika terlebih dahulu membahas tentang pengertian metamorfosis. Metamorfosis adalah suatu proses berkembangnya tubuh serangga mulai dari bertelur hingga akhirnya menjadi serangga dewasa. Proses ini memiliki tiap tahapan-tahapan beruntun yang disesuaikan dengan perkembangan sel telur dari serangga itu sendiri.

Tahapan – tahapan ini yang nanti akan sangat menentukan keberlangsungan hidup dari serangga tersebut. Tiap – tiap serangga memiliki proses dan durasi yang berbeda – beda pada saat melakukan metamorfosis. Namun, inti dari proses ini tetaplah sama yakni, mempersiapkan tubuh serangga agar siap menjalani kehidupannya.

Baca Juga: Metamorfosis Ayam


Metamorfosis Lebah

Metamorfosis Lebah

Berbicara mengenai proses metamofosis lebah, dalam ilmu Biologi dikenal yang namanya metamorfosis sempurna dan tidak sempurna. Hal ini dibagi berdasarkan tahapan – tahapan yang dialami serangga dalam melakukan proses metamorfosis. Proses metamorfosis tersebut dikatakan sempurna jika serangga mengalami 4 tahapan metamorfosis seperti telur – larva – pupa – hingga imago.

Seperti yang ada pada lebah. Lebah juga mengalami 4 tahapan metamorfosis yakni Telur- larva – pupa – imago. Hal inilah yang membuat proses metamorfosis ini disebut metamorfosis sempurna. Masing – masing dari tahapan tersebut memiliki waktu sendiri – sendiri untuk dapat berkembang menjadi lebah dewasa.

Jika dilihat dari karakteristiknya, lebah merupakan salah satu serangga yang dapat hidup dimana saja. Baik itu di dataran rendah ataupun di dataran tinggi. Koloni lebah juga dapat ditemui dimana saja, diseluruh dunia. Satu – satunya tempat yang tidak dapat dihuni oleh lebah hanyalah Benua Antartika.

Ada lebih dari 20.000 species lebah yang ditemukan di berbagai negara. Mulai dari lebah madu sampai lebah penyerang yang ganas. Untuk membangun sarang, lebah akan memilih tempat yang nyaman menurutnya asalkan tempat tersebut cukup hangat. Artinya, lebah dapat membuat sarang dimana saja, baik itu di atas pohon ataupun loteng rumah.

Sarang lebah terbuat dari cairan propolis yang dibentuk oleh kelenjar – kelenjar yang dihasilkan oleh lebah. Hanya lebah pekerja wanita yang masih muda saja, yang dapat memproduksi cairan propolis. Jika dibongkar, struktur sarang lebih memiliki bentuk yang sangat kompleks dan rapi.

Banyak ahli yang menyebutkan bahwa sarang lebah merupakan salah satu sarang serangga terkuat yang pernah ada. Hal ini dikarenakan bagian dalam dari serang lebah terdiri dari lubang – lubang hexagonal yang tersusun rapi. Struktur ini sangat kuat dan tahan banting, sehingga tak akan mudah hancur

Baca Juga: Metamorfosis Semut


Tahapan Dalam Metamorfosis Lebah

Metamorfosis Lebah

Seperti yang dijelaskan diatas, bahwa lebah memiliki 4 tahapan metamorfosis. 4 tahapan metamorfosis inilah yang akan menentukan keberlangsungan hidup lebah hingga dewasa. Jika ada satu tahapan saja yang tidak sempurna, maka lebah tersebut akan mati. Berikut ini akan dijelaskan secara rinci, bagaimana proses 4 tahapan tersebut dari telur hingga menjadi lebah dewasa:

1. Tahapan Telur

1. Tahapan Telur

Pada tahapan ini, Sang Ratu Lebah akan menelurkan banyak sekali telur lebah pada tiap sel yang ada di sarang lebah. Tak hanya sekedar bertelur, Sang Ratu akan langsung mengklasifikasi kasta untuk tiap telur sesuai dengan kasta yang ada pada sarang. Tahapan untuk bertelur ini membutuhkan waktu 3 hari.

Umumnya, sel sarang yang berukuran lebih kecil dipakai untuk lebah pekerja. Semakin kecil sel, semakin kecil pula kasta dari lebah tersebut, begitu juga dengan sebaliknya. Dan perlu diketahui bahwa hanya ada satu Ratu pada tiap sarang lebah. Sehingga, Sang Ratu hanya di ganti jika pendahulunya mati.

Bentuk ukuran dari telur – telur lebih ini mirip seperti butiran beras. Namun, memiliki ukuran yang sangat kecil, yakni sebesar 1.7 mm. Untuk dapat melihatnya, peneliti harus menggunakan mikroskop agar dapat memperhatikan secara lebih detail.

2. Tahapan Larva

2. Tahapan Larva

Seperti bentuk larva pada umumnya, larva lebah akan berbentuk seperti belatung dengan pose yang sedikit “meringkuk”. Bentuk moncong pada larva ini, berwarna merah muda. Pada tahapan ini, larva lebah akan mengalami proses ganti kulit rata – rata sebanyak 5 kali.

Pada tahapan ini, larva membutuhkan banyak sekali tenaga untuk dapat berkembang. Untuk itu, larva lebah akan menghabiskan lebih banyak cadangan makanan dibandingkan lebah yang telah dewasa. Lama durasi proses pada tahapan ini, tergantung dari tiap kasta yang dimiliki oleh lebah.

Contohnya, untuk kasta lebah prajurit memakan waktu sampai 10 hari, Kasta Ratu 9 hari dan kasta pekerja 13 hari. Semua itu juga tergantung dari kondisi lingkungan alam sekitar yang mendukung. Bentuknya yang gemuk dan kaya akan protein ini, membuat larva lebah sering menjadi incaran mangsa dari predator lainnya.

3. Tahapan Pupa

3. Tahapan Pupa

Fase pupa atau lebih dikenal dengan fase kepompong merupakan tahapan selanjutnya dari metamorfosis lebah. Tahapan ini membutuhkan waktu berhari – hari agar organ – organ pada tubuh lebah menjadi sempurna. Karena di tahap inilah, pembentukan organ penting seperti mata, sayap dan juga bulu lebah akan dibentuk.

Bentuk dari pupa lebah ini adalah bulat dengan dipenuhi oleh garis – garis berbentuk motif lebah. Pada tahapan ini, tubuh lebah masih dipenuhi oleh lapisan lilin yang menjaganya agar tetap hidup. Bulu- bulu pada tubuhnya pun belum tampak tumbuh.

Berbeda saat masa larva, dimana lebah diberi makan oleh lebah pekerja. Pada tahapan ini, sumber makanan lebah terletak pada lapisan lilin yang menyegel tubuhnya menjadi kepompong. Lama durasi untuk tahap ini juga disesuaikan dengan tingkatan kasta.

Rata – rata yang diperlukan oleh lebah pekerja pada proses ini adalah 6 hari, kasta prajurit 7 hari dan kasta Ratu 3 hari. Proses pupa juga merupakan tahapan yang sangat rentan. Karena pada tahapan ini, banyak pupa yang tak berhasil menuju kesempurnaan hingga akhirnya mati dan mengering.

3. Tahapan Pupa

3. Tahapan Pupa

Inilah fase terakhir dari proses metamorfosis lebah hingga akhirnya dikatakan metamorfosis sempurna. Tahapan ini ditandai dengan keluarnya lebah dari dalam kepompong. Hal ini menandakan bahwa, telah sempurnanya proses pembentukan organ – organ pada tubuh lebah. Mulai dari sayap hingga bulu di tubuhnya.

Pada tahap inilah, lebah – lebah akan melakukan tugas – tugas sesuai dengan pembagian kasta yang telah diberikan. Lebah pekerja akan bertugas dalam memenuhi kebutuhan yang ada di dalam koloni lebah. Tugas lebah pekerja akan dibagi menjadi dua bagian yaitu lebah yang bertugas mencari makanan dan lebah yang bekerja membangun sarang.

Sedangkan Lebah prajurit akan bertugas untuk menjaga Ratu dan sarang dari gangguan luar. Gangguan tersebut sering datang dari predator yang kerap mengincar larva lebah untuk dijadikan makanan. Sedangkan kasta Ratu, bertugas untuk bereproduksi demi kelangsungan generasi koloni lebah yang akan datang.

Itulah penjelasan tentang tahapan – tahapan yang ada pada proses metamorfosis lebah. Sungguh tak terbayangkan sekali ternyata, dibalik tubuh kecilnya lebah memiliki proses yang panjang untuk menuju tahap dewasa. Sungguh karunia Tuhan yang luar biasa!

Metamorfosis Lebah

Leave a Reply

Your email address will not be published.