Metamorfosis Kecoa : Gambar, Proses, Tahapan dan Penjelasannya

By | 12 February 2020
Metamorfosis Kecoa

Metamorfosis Kecoa – Metamorfosis kecoa termasuk dalam kelompok metamorfosis tidak sempurna. Berdasarkan pengelompokan makhluk hidup, kecoa kerap kali masuk sebagai ordo orthoptera. Namun, saat ini kecoa memiliki kelompok sendiri yaitu ordo Dyctoptera.

Hewan satu ini sering ditemui di dalam rumah seperti di dapur atau kamar mandi. Kebanyakan orang menganggap kecoa sebagai hewan kotor. Berikut ini akan diulas pembahasan tentang metamorfosis pada kecoa.


Sekilas Tentang Kecoa

Metamorfosis Kecoa

Kecoa termasuk kelompok serangga omnivora. Sebagian orang banyak yang phobia kecoa. Hewan ini melakukan proses metamorfosis tidak sempurna karena hanya tiga fase saja. Tidak melalui fase pupa. Terdapat lebih dari 3500 spesies kecoa dalam 6 kelompok yang berbeda.

Kecoa paling aktif pada malam hari. Pergerakannya yang sangat cepat sulit untuk ditemui. Kecoa termasuk jenis hewan pengganggu karena suka hidup di tempat yang kotor sehingga dijadikan sebagai sarang penyakit. Selain itu kecoa bisa mengeluarkan cairan berbau. Kecoa lebih suka di tempat yang gelap dan lembab.

Baca Juga: Metamorfosis Sempurna


Ciri Khusus Kecoa

Metamorfosis Kecoa

Siklus kehidupan masing-masing kecoa bervariasi. Proses metamorfosis kecoa dari semua spesies sama yaitu dengan metamorfosis tidak sempurna dan hanya melewati tiga fase saja. Kecoa pada umumnya berwarna coklat kemerahan, badannya mengkilap dan berbau menyengat. Struktur tubuhnya terdiri dari kepala, dada, perut serta kaki.

Di bagian kepala mempunyai sepasang antena untuk alat peraba dan sepasang mata fecet. Kecoa memiliki sayap yang keras, tidak berambut dan licin. Untuk menghindari sinar matahari di siang hari hewan ini bersembunyi di tempat gelap dan akan aktif pada malam hari. Kecoa memiliki 11 ruas pada bagian abdomen.


Jenis-Jenis Kecoa

Metamorfosis Kecoa

Terdapat 4500 spesies kecoa yang memiliki jenis berbeda-beda. Kecoa banyak di temui pada semua tempat kecuali di daerah kutub. Spesies kecoa ada yang bermanfaat untuk kehidupan namun tak banyak juga yang dirugikan adanya hewan tersebut. Berikut ini akan diulas terkait beberapa jenis kecoa sebagai berikut :

1. Kecoa Jerman

1. Kecoa Jerman

Bahasa latin dari kecoa jerman yaitu Blatella Germanica. Ukuran panjang pada kecoa ini 10-15mm merupakan spesies kecoa paling kecil. Kecoa jerman berbentuk pipih dan tubuhnya lebar. Hewan ini memiliki warna bervariasi serta memiliki dua garis gelap dengan letak hampir sejajar.

Jenis kecoa satu ini sering ditemui pada pengolahan makanan. Kecoa jerman betina menghasilkan Ootheca (kantung telur) sekitar 4 hingga 9 . Setiap Ootheca mengandung telur sebanyak 37-44 butir. Hewan satu ini biasanya bersembunyi di sekitar retakan dinding seperti belakang lemari es mapun bak cuci baju.

2. Kecoa Oriental

2. Kecoa Oriental

Jenis kecoa satu ini biasa dikenal kumbang hitam. Kecoa ini termasuk kecoa besar karena memiliki panjang untuk kecowa dewasa jantan sekitar 18 hingga 29mm. kecoa dewasa betina memiliki panjang antara 20 hingga 27mm. Tubuhnya yang mengkilap biasanya memiliki warna kehitaman dengan memiliki sisi garis kuning pucat di sekitar sayapnya.

Metamorfosis kecoa pada kecoa oriental hanya melewati tiga fase juga tidak melalui fase kepompong atau pupa. Pada kecoa oriental dewasa mampu bertahan hidup selama 120 hingga 180 hari. Nimfa pada kecoa oriental membutuhkan waktu hingga 200 hari untuk tumbuh menjadi kecoa oriental dewasa yang siap untuk berproduksi. Hewan satu ini sering ditemukan di bangunan maupun sekeliling rumah.

2. Kecoa Berpita Coklat

2. Kecoa Berpita Coklat

Kecoa berpita coklat memiliki nama latin Supella Longipalpa termasuk bentuk kecoa yang kecil. Hewan ini memiliki panjang mulai 10 hingga 14mm. Kecoa jenis ini memiliki garis kuning kecoklatan di sepanjang perutnya. Pada kecoa betina bisa menampung 13 kantung telur dan masing-masing kantung telur bisa menampung sekitar 16 telur.

Pada kondisi ideal kecoa ini mampu bertahan hidup selama 90 sampai dengan 115 hari dengan suhu 30 derajat celcius. Nimfa pada kecoa berpita coklat membutuhkan waktu sekitar 55 hari untuk tumbuh menjadi kecoa dewasa. Kebiasaan pada kecoa ini lebih suka lingkungan yang lembab serta hangat seperti di selokan.

3. Kecoa Amerika

3. Kecoa Amerika

Bahasa latin dari kecoa amerika yaitu Periplaneta Americana memiliki garis kuning di bagian kepala serta berwana coklat kemerahan dan mengkilap. Spesies kecoa amerika merupakan kecoa besar memiliki panjang 35 hingga 40 mm. Kecoa betina amerika bisa menghasilkan telur 10 hingga 90 butir telur.

Kecoa ini biasa dikenal dengan kecoa kapal atau kakerlak dan dianggap sebagai hama pada lingkungan. Hewan satu ini sering berada di bawah tanah, taman maupun selokan. Pada spesies ini berdasarkan penelitian bisa menyebarkan 33 bakteri terdiri dari 6 jenis cacing dan 7 patogen yang bisa menyerang manusia. Kecoa ini dapat menyebabkan alergi pada anak-anak.

4. Kecoa Desis Madagaskar

4. Kecoa Desis Madagaskar

Jenis spesies selanjutnya yaitu ada kecoa desis madagaskar sering dikenal bisa mendesis. Kecoa ini memiliki panjang 2 hingga 3 inchi merupakan spesies terbesar. Kecoa ini asli dari Hutan Madagaskar terletak di timur Afrika. Memiliki warna hitam dan coklat. Hewan satu ini tidak memiliki sayap dan tidak bisa terbang hanya bisa merayap di lingkungan.

Kecoa satu ini memiliki keunikan tersendiri saat tubuhnya ditekan bisa mengeluarkan suara desisan. Suara desisan tersebut dijadikan alat untuk melindungi diri dari serangan predator. Kotoran yang dileluarkan pada tubuh hewan ini bisa menyuburkan hutan. Temperatur pada suhu Hutan Madagaskar yang tidak menentu membuat hewan ini mampu hidup pada temperatur apapun.


5. Kecoa Dubia

5. Kecoa Dubia

Kecoa dubia dikenal dengan kecoa kayu argentina memiliki panjang sekitar 40-45mm. kecoa ini berasal dari dataran amerika tengah. Uniknya kecoa dubia ini bisa dijadikan sumber makanan yang cukup baik untuk hewan peliharaan. Pasalnya, kecoa ini memiliki protein sebesar 36% sementara jangkrik hanya 18,5%. Bisa disimpulkan kecoa dubia menjadi sumber protein terbaik dibanding serangga lain.

Baca Juga: Metamorfosis Lebah


Tahap Metamorfosis Kecoa

Metamorfosis Kecoa

Dari keenam jenis kecoa di atas semua spesies tersebut melakukan metamorfosis tidak sempurna yang hanya melewati tiga siklus saja yaitu tahap telur, nimfa dan kecoa dewasa. Selanjutnya akan dibahas tiga tahap metamorfosis kecoa yang mana untuk memberikan informasi khususnya siswa agar lebih memahami bagaimana tahapnya yaitu :

1. Fase Telur

1. Kecoa Jerman

Pertama tahap telur, kecoa betina mampu menghasilkan sel telur yang terlindungi oleh oothecha. Sel telur yang dihasilkan sebanyak 16 hingga 40 sel telur. Induk kecoa melindungi sel telur di tempat yang aman dan membawa jantung telur selama berhari-hari. Fase telur kecoa ini berlangsung 6-7 minggu tergantung dari spesies kecoa dan kondisi lingkungan.

2. Fase Nimfa

2. Fase Nimfa

Tahap yang kedua Nimfa, setelah telur-telur tersebut menetas bayi kecoa dan keluar. Ukurannya kecil seperti kutu beras. Nimfa berwarna coklat dan di fase awal belum memiliki sayap. Fase nimfa memakan waktu sekitar 60 hari dengan proses ganti kulit 4 hingga 7 kali. Setiap proses pergantian kulit nimfa akan semakin keras dan berangsur muncul sayap kecil. Setelah nimfa terbentuk tahap yang ketiga yaitu tahap kecoa dewasa (imago).

3. Fase Kecoa Dewasa

3. Fase Kecoa Dewasa

Fase ini merupakan fase terakhir. Setelah menjadi kecoa dewasa sudah memiliki sayap yang kuat sehingga bisa terbang. Pada kecoa dewasa sudah bisa melakukukan proses reproduksi terhadap lawan jenisnya. Tahapan kecoa dewasa ini mampu berlangsung selama 200 hari dan mampu bertelur sebanyak 8 hingga 20 kali,

Demikian penjelasan artikel tentang metamorfosis kecoa dan juga pemaparan lengkapnya. Kecoa pada umumnya mampu hidup di lingkungan apapun. Untuk itu, perlunya menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari kecoa yang berkeliaran di daerah sekitar.

Metamorfosis Kecoa

Leave a Reply

Your email address will not be published.