Metamorfosis Katak : Gambar, Proses, Tahapan dan Penjelasannya

Metamorfosis Katak

Metamorfosis Katak – Proses perkembangbiakan binatang atau metamorfosis adalah kajian biologi yang dipelajari di sekolah-sekolah. Salah satunya ialah proses metamorfosis katak. Menurut para ahli, proses tumbuh kembang katak serupa dengan kupu-kupu. Yaitu sama menggunakan sistem metamorfosis sempurna. Berikut penjelasan detail terkait hal tersebut.


Pengertian Metamorfosis

Metamorfosis Katak

Menurut teori biologi maupun zoology, metamorfosis adalah proses tumbuh kembang hewan. Yang di dalamnya menjelaskan tentang pertumbuhan binatang sejak dari telur hingga menjadi dewasa. Dari metamorfosis inilah bisa dijelaskan perbedaan hewan satu dengan hewan yang lainnya. Misal membedakan larva atau telur katak dengan kupu-kupu, belalang, kecoa dan semacamnya.

Menurut ahli biologi, metamorfosis pada hewan dibedakan menjadi dua, yaitu metamorfosis sempurna dan tidak sempurna. Metamorfosis sempurna, proses tumbuh kembangnya lebih banyak dibandingkan metamorfosis yang tidak sempurna.

Metamorfosis sempurna memiliki empat fase perkembangan sedangkan metamorfosis tidak sempurna hanya 3 fase. Hewan yang bertumbuh dengan fase metamorfosis sempurna biasanya dari fase telur hingga dewasa mengalami beberapa kali perubahan bentuk tubuh dan organ.

Sedangkan hewan dengan metamorfosis tidak sempurna pasca fase penetasan telur hingga hewan dewasa, bentuk tubuh dan organ tidak berubah. Hanya ukurannya saja yang dari kecil menjadi lebih besar.

Untuk mendapatkan penjelasan lebih mendalam khusus tentang macam-macam metamorfosis, silakan browsing internet dengan kata kunci jenis-jenis metamorfosis. Pasti, informasi yang muncul di sana lebih jelas dan menyeluruh.

Baca Juga: Metamorfosis Lalat


Pengertian Metamorfosis Sempurna Pada Katak

Metamorfosis Katak

Metamorfosis sempurna pada katak merupakan proses tumbuh kembang binatang amfibi yang terdiri dari 4 fase. Empat tahap perkembangan yang disebut telur, berudu (pupa), katak muda, katak dewasa. Perbedaan dengan metamorfosis tak sempurna adalah jumlah fasenya saja. Yang mana proses metamorfosis tidak sempurna hanya melewati 3 fase karena tidak melewati pupa.

Artinya untuk metamorfosis tidak sempurna hanya berupa telur, hewan muda dan hewan dewasa saja. Contohnya adalah hewan belalang. Berikut urutannya yaitu:

  • Metamorfosis Sempurna (Katak) : Telur, Berudu, Katak Muda, Katak Dewasa
  • Metamorfosis Tidak Sempurna (Belalang) : Telur, Belalang Muda, Belakang Dewasa

Ciri-ciri binatang yang bermetamorfosis sempurna ialah, bentuk tubuh dan organ dari fase 1 hingga 4 tidak sama. Karena pada fase pupa, hewan-hewan ini termasuk katak mengalami tahapan tidak aktif untuk melakukan perubahan-perubahan fisik yang signifikan.

Maka dari itu, ketika katak masih menjadi larva apalagi berudu, tidak disadari bakal menjadi katak dewasa. Karena bentuknya benar-benar berbeda. Hal ini yang tidak dialami oleh hewan belalang. Karena dari telur langsung masuk fase belalang muda yang bentuknya sama dengan belalang dewasa.

Baca Juga: Metamorfosis Nyamuk


Proses Metamorfosis Katak

Metamorfosis Katak

Katak merupakan amfibi yang melewati proses metamorfosis sempurna. Maka dari itu, binatang ini dalam tumbuh kembangnya melewati fase telur, larva, pupa dan katak dewasa. Di dalam perkembangbiakan katak, 4 tahapan tersebut disebut telur, berudu, katak muda baru katak dewasa. Berikut penjelasan detail tentang proses metamorfosis katak, yaitu:

1. Fase Telur Katak

1. Fase Telur Katak

Katak adalah hewan amfibi darat yang berkembangbiak dengan cara bertelur. Jika sudah sampai waktu pembuahan, baru katak betina akan melepaskan telur-telur tersebut di air. Selanjutnya katak jantan yang akan membuahi agar telur menetas. Ini fase awal katak.

Sedangkan ciri-ciri telur katak di fase ini ialah terdiri dari kelompok-kelompok kecil yang diikat dengan sejenis gel. Sekalipun begitu, sebagian besar telur tidak menetas karena dimangsa predator.

Sedangkan untuk katak pohon, biasanya telur ditempelkan di cabang pohon oleh induknya. Binatang ini diselimuti busa yang mencegahnya dari panas matahari. Katak air maupun katak pohon akan melewati fase telur selama 21 hari. Baru setelah itu, menetas menjadi larva.

2. Fase Berudu Katak

2. Fase Berudu Katak

Fase metamorfosis katak pasca telur adalah larva. Di tahap inilah, hewan berudu atau kecebong muncul. Pasca penetasan ini, berudu masih belum bisa mencari makan sendiri. Maka dari itu, hewan ini masih belum pergi jauh dari cangkang telur. Karena di sanalah makanannya berada.

Baru ketika berudu sudah hidup kurang lebih satu minggu, hewan ini mulai belajar untuk mencari makan sendiri. Karena di usia tersebut, organ tubuhnya sudah terbentuk hampir sempurna.

Bahkan di usia ini pula, insang sudah muncul tetapi masih di luar kulit. Baru ketika memasuki usia 1 bulan, insang akan masuk ke dalam kulit sehingga tidak terlihat dari permukaan dan terkesan menghilang.

Ketika usia sudah mencapai 6 minggu, mulai terlihat perubahan fisiologis dari hewan ini. Karena di usia ini, fase pupa atau masa tidak aktif sedang terjadi. Salah satu cirinya ialah kaki belakang kakak mulai tumbuh. Beberapa saat kemudian, kaki depannya juga ikut berkembang.

Ternyata tidak hanya morfologi berudu yang berubah, organ dalam tubuhnya juga berubah. Jika ini sudah terjadi, berarti berudu sudah mendekati fase katak muda.

Di usia 7-9 minggu, perubahan morfologis terjadi pada kepala hingga struktur fisik secara keseluruhan. Salah satu cirinya ialah, bentuknya lebih panjang dari sebelumnya. Di fase ini, berudu atau kecebong membutuhkan protein lebih banyak, salah satunya dari serangga.

3. Fase Katak Muda

3. Fase Katak Muda

Fase ketiga adalah katak muda. Di tahapan perkembangan minggu ke 12 ini, bentuk berudu sudah ditinggalkan. Tetapi sudah berganti bentuk katak seperti biasanya tetapi dengan postur yang kecil. Ciri-ciri yang muncul di fase ini ialah, organ insang katak sudah hilang. Katak juga sudah mulai belajar bernafas menggunakan paru paru.

Selain itu, di fase ini pula, ekor katak mulai mengerucut sehingga terlihat lebih pendek dari sebelumnya. Gejala ini disertai dengan postur mulut yang melebar dan lapang. Kabarnya di fase ini, kemampuan lidah katak yang cepat mulai terbentuk.

Pada fase ini pula, utamanya katak air, mulai belajar hidup di dua tempat. Yaitu di darat dan juga di dalam air. Namun, habitat yang paling sering ditempatinya ialah di daratan. Hal ini didukung oleh perubahan sistem pencernaan yang sekaligus mengubah jenis makanan katak. Dari ganggang air menjadi pemakan serangga.

Untuk fase katak muda ini, tidak memerlukan waktu lama. Paling ideal adalah 3 minggu, katak muda sudah berubah menjadi katak dewasa.

4. Fase Akhir, Katak Dewasa

4. Fase Akhir, Katak Dewasa

Fase yang terakhir dari metamorfosis katak adalah katak dewasa. Pada tahap ini, perkembangan katak sudah sempurna. Gejalanya ialah, katak sudah tidak menggunakan insang sebagai sarana bernafas, tetapi menggunakan paru paru. Selain itu, ekornya juga sudah hilang.

Karena gejala morfologis inilah, bentuk katak sudah berubah dari berudu. Bahkan habitatnya yang dua tempat sudah berpindah menjadi satu lokasi yaitu di daratan. Katak dewasa akan masuk air untuk melakukan pembuahan telurnya saja.

Demikian proses metamorfosis katak dari awal sampai akhir. Dari sini, semakin jelas, mengapa ada kesamaan perkembangan katak dengan kupu-kupu sesama hewan pengembangbiak dengan metamorfosis sempurna.

Pemahaman seputar proses metamorfosis katak ini merupakan teori yang cukup penting. Terutama untuk para siswa yang bercita-cita ingin menjadi ilmuwan pasal hewan.

Metamorfosis Katak

Leave a Reply

Your email address will not be published.