Metamorfosis Jangkrik : Gambar, Proses, Tahapan dan Penjelasannya

By | 13 February 2020
Metamorfosis Jangkrik

Metamorfosis Jangkrik – Terdapat sembilan ratus jenis jangkrik yang sudah teridentifikasi seperti, jangkrik alam (Acheta Domesticus), jangkrik kalung (Gryllus Bimaculatus), jangkrik kidang, dsb. Beberapa jenis bisa ditemukan di alam dan sebagian diternakkan. Meski jenisnya berbeda, setiap spesies mengalami proses metamorfosis jangkrik yang sama.

Sebenarnya tidak hanya jangkrik saja yang mengalami proses metamorfosis. Beberapa spesies juga mengalami dan biasanya disertai dengan perubahan habitat dan perilaku. Dalam artikel ini akan menjelaskan tentang metamorfosis jangkrik secara lengkap.


Apa itu Metamorfosis

Metamorfosis Jangkrik

Sebelum melangkah ke pembahasan metamorfosis jangkrik, akan dijelaskan mengenai apa itu metamorfosis. Kata metamorfosis diambil dari bahasa Yunani, “meta” yang mempunyai makna sekitar, “morphe” bermakna bentuk dan “osis” yang memiliki arti bagian dari. Metamorfosis ini merupakan proses perubahan biologis yang terjadi pada suatu spesies makhluk hidup. Perubahan dapat terjadi pada bentuk anatomi, morfologi dan fisiologi.

Spesies yang mengalami proses ini diantaranya adalah serangga, amfibi, moluska, echinodermata dan tunikata. Spesies tersebut akan mengalami metamorfosis yang diikuti perubahan sumber nutrisi atau perilaku.

Pada spesies serangga seperti jangkrik, metamorfosis dikendalikan oleh hormon yang disintesis oleh kalenjar endokrin di anterior (dekat bagian depan tubuh). Sel saraf dalam otak mengeluarkan hormon prothoracicotropic (PTTH) yang berfungsi mengaktifkan kalenjar prothoracic.

Kalenjar ini mengeluarkan hormon ecdysone yang menginduksi ekdisis. Hormon PTTH merangsang korpora allata (organ retrocerebral) untuk menghasilkan hormon juvenille. Hormon ini memiliki fungsi untuk mencegah perkembangan karakteristik imago selama proses ekdisis.

Pada serangga holometabolous, pada fase instar larva memiliki tingkat hormon juvenille yang tinggi. Lalu pada fase pupa tingkat hormon menurun dan fase akhir tidak memiliki hormon juvenille sama sekali. Eksperimen pada serangga api (firebug) menunjukkan bagaimana hormon juvenille mempengaruhi jumlah tahap instar pada serangga hemimetabolos.

Metamorfosis dapat dibagi menjadi tiga yakni Holometaboly(metamorfosis sempurna), hemimetaboly (metamorfosis tidak sempurna) dan ametaboly (tanpa metamorfosis).

Baca Juga: Metamorfosis Belalang


Mengenal Jenis-Jenis Metamorfosis

Disebut metamorfosis sempurna (Holometaboly) karena bentuk imago mengalami perubahan drastis sehingga kondisinya sangat berbeda dibandingkan saat fase larva. Artinya spesies yang mengalami metamorfosis ini pada saat menetas akan terlihat berbeda dari induknya.

Pada serangga holometabolous, tahap awal disebut larva (nimfa) dan memiliki bentuk yang sangat berbeda dari bentuk imagonya. Pada metamorfosis sempurna terdiri dari empat tahap yakni, telur, larva, pupa dan imago. Morfologi dan perilaku setiap tahap disesuaikan untuk suatu aktivitas yang berbeda. Pada tahap larva cenderung memaksimalkan aktivitas makan, pertumbuhan dan berkembang. Sedangkan pada tahap imago fokus pada aktivitas penyebaran, kawin dan bertelur.

Beberapa spesies holometabolous memiliki kecenderungan melindungi dan memberi makan anak-anak mereka. Spesies yang mengalami metamorfosis sempurna (holometaboly) adalah nyamuk, katak, lalat dan kupu-kupu.

Jenis metamorfosis yang kedua adalah Hemimetaboly atau dapat disebut metamorfosis tidak sempurna sedikit berbeda dengan metamorfosis sempurna. Perubahan yang terjadi pada spesies tidak signifikan. Artinya spesies ini setelah menetas bentuk tubuhnya sudah menyerupai induknya. Akan tetapi belum memiliki sayap dan organ reproduksi yang fungsional.

Ditandai dengan tidak adanya tahap pupa dalam metamorfosis tidak sempurna menjadi karakteristik dari metamorfosis ini. Tahap pada metamorfosis hemimetaboly ini adalah telur-nimfa-imago. Metamorfosis jangkrik termasuk metamorfosis hemimetaboly.

Jenis terakhir dari metamorfosis adalah ametaboly, dimana ada sedikit atau tidak ada metamorfosis yang ada pada tubuh spesies tersebut. Hanya ada peningkatan ukuran secara bertahap. Ametabolisme hanya terjadi pada serangga primitif tidak bersayap seperti Thysanura.

Baca Juga: Metamorfosis Kecoa


Fase Metamorfosis Jangkrik

Metamorfosis Jangkrik

Metamorfosis jangkrik termasuk jenis metamorfosis tidak sempurna. Diketahui jika metamorfosis tidak sempurna terdiri dari tiga fase. Dapat disimak penjelasan fase metamorfosis tidak sempurna (hemimetaboly) berikut ini:

1. Telur

1. Telur

Metamorfosis jangkrik berawal dari fase telur. Pada musim kawin, jangkrik jantan akan memanggil jangkrik betina dengan menggesekkan sayapnya menimbulkan kicauan jangkrik yang biasanya terdengar di area persawahan. Kicauan ini bertujuan untuk memberitahukan lokasinya kepada jangkrik betina. Suara kicauan ini dipengaruhi dengan keadaan suhu, jika suhu naik maka suara jangkrik akan semakin keras.

Jangkrik betina akan menghasilkan telur, kemudian jangkrik jantan membuahi telur tadi. Biasanya jangkrik betina akan bertelur di akhir musim semi dan menyimpan sekitar 50-200 telur di dalam tanah lembab. Telur disimpan dengan kedalaman 1-2 cm. Jangkrik betina bertelur secara terus menerus menggunakan organ seperti tabung bernama ovipositor. Akan tetapi beberapa jenis jangkrik meletakkan di atas tanaman. Telur-telur ini akan menetas menjadi nimfa dalam 14 hari.

2. Nimfa

2. Nimfa

Telur yang sudah dibuahi akan mengalami perubahan bentuk embrio menjadi nimfa atau larva. Setelah 14 hari, nimfa akan memecahkan cangkang telur dan menggali keluar tanah. Biasanya fase ini dialami oleh serangga dan amfibi. Dalam fase ini beberapa spesies mempunyai waktu yang berbeda-beda.

Nimfa memiliki ukuran lebih kecil dari bentuk dewasanya dan beberapa organ hewan ada yang belum tumbuh. Selain itu nimfa umumnya berganti kulit 4-8 kali dalam siklus pertumbuhan. Fase ini hanya terjadi pada spesies yang mengalami metamorfosis tidak sempurna.

Nimfa jangkrik berukuran sangat kecil yakni 1/8 inci saat pertama keluar dari cangkang telurnya. Biasanya nimfa ini menjadi mangsa bagi jangkrik-jangkrik dewasa. Nimfa jangkrik betina tidak memiliki organ ovipositor dan sayap. Sedangkan nimfa jantan hanya tidak memiliki sayap.

Untuk tumbuh, nimfa harus melepaskan kerangka yang keras. Proses molting ini terjadi 8-10 kali. Kerangka nimfa yang baru berwarna putih susu dan dapat mengeras dalam beberapa jam saja. Nimfa akan menumbuhkan sayap setelah sekitar 1 bulan.

Pada hemimetabolisme, pertumbuhan nimfa akan berlangsung secara berulang-ulang serta terjadi proses pergantian kulit (eksidis). Tahapan pertumbuhan yang dialami oleh nimfa jangkrik ini disebut Instar. Jangkrik akan melewati 8-10 instar sebelum mencapai usia dewasa. Dalam proses ini berlangsung dalam waktu 2-3 bulan. Jangkrik akan mulai mengembangkan sayapnya pada usia sekitar 1 bulan.

3. Imago

3. Imago

Tahap terakhir adalah imago atau individu yang sudah dewasa. Tahap ini juga disebut tahap imajinal, dimana spesies mencapai kedewasaan. Individu yang sudah dalam fase ini dapat melakukan proses menghasilkan telur (bagi betina) dan membuahi telur (bagi jantan).

Jangkrik yang sudah dewasa berukuran sekitar 1 inci dengan tiga bagian tubuh berbeda yakni, kepala, dada dan perut. Sudah lengkap dengan tiga pasang kaki dan dua antena. Sebagian besar jenis jangkrik, pada fase dewasa ini sudah memiliki sayap. Jangkrik dewasa umumnya hidup selama dua bulan.

Setelah jangkrik mencapai tahap imago memiliki dua tujuan yakni mencari makan dan melakukan proses kawin. Jangkrik jantan akan berusaha menarik perhatian betina. Lalu jangkrik betina akan menghabiskan waktunya mencari tempat yang cocok untuk bertelur.

Itulah penjelasan lengkap dari metamorfosis jangkrik. Setelah jangkrik jantan tumbuh dewasa, ia akan melanjutkan siklus metamorfosis dengan mencari jangkrik betina. Sehingga siklus metamorfosis ini tidak mungkin putus. Selain jangkrik, spesies yang mengalami metamorfosis ini diantaranya ada Hemiptera (kutu daun dan wereng), Orthoptera (belalang), Mantodea (belalang sembah), Phthiraptera (kutu hisap). Tahapan metamorfosis hemimetaboly yang dilalui juga sama yakni dari telur lalu tumbuh menjadi nimfa dan terakhir berkembang menjadi imago.

Metamorfosis Jangkrik

Leave a Reply

Your email address will not be published.