Metamorfosis Belalang : Gambar, Proses, Tahapan dan Penjelasannya

By | 14 February 2020
Metamorfosis Belalang

Metamorfosis Belalang – Pada ulasan di bawah ini akan membahas tentang metamorfosis belalang. Saat ini, belalang banyak ditemui yang umumnya berwarna coklat atau hijau dengan bintik gelap ditubuhnya. Namun, Belalang memiliki peranan penting dalam menjaga ekosistem sawah karena dapat menyerang hama lain.

Belalang merupakan salah satu spesies herbivora yaitu pemakan tanaman. Hewan ini memiliki kaki yang besar untuk melompat serta terdapat dua sayap depan dan belakang. Sayap bagian depan kecil dan kasar sedangkan sayap bagian belakang besar dan berselaput.


Definisi Metamorfosis Belalang

Metamorfosis Belalang

Metamorfosis merupakan suatu proses perkembangan hewan secara biologis dengan mengalami perubahan pada bentuk tubuh maupun struktur setelah mengalami proses penetasan. Secara umum tahap metamorfosis dapat dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu sempurna dan tidak sempurna.

Ada empat tahapan dalam metamorfosis sempurna dari telur – larva – nimfa – imago (hewan dewasa). Contohnya kupu-kupu, lalat, dan nyamuk. Sedangkan tahapan metamorfosis tidak sempurna yaitu telur – nimfa – hewan dewasa. Contohnya belalang, walang, capung.

Metamorfosis belalang terdiri dari tiga tahap saja tanpa melewati fase larva. Hewan ini termasuk kelompok insecta. Dalam Bahasa Latin insectrum memiliki makna terpotong mejadi beberapa bagian. Metamorfosis hewan belalang termasuk dalam kategori metamorfosis tidak sempurna.

Baca Juga: Metamorfosis Kecoa


Ciri-Ciri belalang

Metamorfosis Belalang

Keberadaan belalang cukup mudah ditemukan. Bahkan masyarakat di pedesaan ada yang mencari belalang untuk dikonsumsi. Karena belalang dipercaya memiliki kandungan yang cukup baik untuk tubuh. Ciri-ciri belalang yaitu berdasarkan karakteristik belalang yaitu memiliki kaki belakang besar dan mampu melompat jauh dari rumput ke rumput.

Sedangkan kaki depan dan kaki tengah digunakan berjalan maupun menggenggam pohon. Belalang dewasa memiliki dua sayap yang depan ramping dan belakang besar. Susunan tubuh hewan satu ini terdiri dari tiga bagian yaitu kepala, dada dan perut.

Makanan belalang secara umumnya belalang termasuk dalam kelompok herbivora. Karena kebanyakan belalang memakan tumbuhan yang ada di sekitarnya. Namun ada juga spesies yang hidupnya di tanaman inang dan sumber makanannya bunga, batang, biji. Spesies belalang lain ada juga memakan apa saja yang terdapat di tanah. Belalang biasanya memakan sesuatu yang memiliki asam amino, gula dan vitamin yang sesuai.

Belalang memiliki dua mata yaitu mata majemuk dan mata tunggal. Mata majemuk berfungsi untuk mengenal bentuk dan warna. Sedangkan mata tunggal berfungsi untuk intensitas cahaya. Dalam mata majemuk terdapat beberapa ommatidia sedangkan pada mata tunggal hanya ada satu.


Jenis Belalang

Metamorfosis Belalang

Pada umumnya belalang merupakan jenis serangga yang memiliki beberapa jenis. Masing-masing belalang memiliki ciri dan habitat masing-masing. Berikut ini lima jenis belalang :

  • Belalang Kayu. Merupakan salah satu serangga herbivora yang berwarna cokelat. Hewan satu ini biasa ditemui di pohon jati, turi dan ketela. Jenis belalang kayu memiliki siklus hidup yang tidak lengkap mulai dari telur lalu nimfa dan dewasa.
  • Belalang Sembah. Belalang satu ini termasuk dalam spesies karnivora. Karena biasanya memakan serangga lainnya seperti kupu-kupu, jangrik dan lebah. Belalang sembah memiliki keunikan tersendiri yaitu setelah proses kawin kepala belalang jantan akan dimakan oleh belalang betina. Hewan jenis ini merupakan salah satu serangga yang dapat memutar kepalanya.
  • Belalang Hijau. Hewan ini dalam kelompok ordo orthopera. Warna hewan ini hijau dan salah satu hama yang dapat merusak tanaman. Saat lingkungannya panas, belalang hijau ini dapat merubah warna menjadi cokelat. Metamorfosis belalang hijau tidak sempurna pada siklus hidupnya.
  • Belalang Daun. Jenis belalang yang satu ini bisa berkamuflase dalam daun. Belalang daun ini dapat menyerupai daun karena pembuluh darahnya dengan serat hijau. Belalang ini termasuk dalam spesies herbivora (pemakan tanaman). Predator dari belalang daun yaitu amphibi, reptile, burung. Hewan ini hidup di area tropis.
  • Belalang Batu. Hewan satu ini memiliki corak mirip dengan batu. Tubuhnya warnanya abu-abu dan memiliki bercak hitam dan putih. Belalang satu ini sangat sulit untuk ditemukan karena bentuknya menyerupai pohon dan ranting.

Baca Juga: Metamorfosis Sempurna


Proses Metamorfosis Belalang

Metamorfosis Belalang

Belalang menjadi hewan yang menjadi hama bagi petani. Ada tiga tahap dalam metamorfosis belalanga yaitu fase telur, fase nimfa dan terakhir fase belalang dewasa. Berikut ulasan tahapan dari metamorfosis belalang yang perlu diketahui :

1. Fase Telur

1. Fase Telur

Untuk tahap awal yaitu tahap stadium telur. Telur dihasilkan dari proses pembuahan antara belalang jantan dengan belalang betina. Belalang betina meletakkan telur ke sembarang tempat bisa dari dedaunan, batang tanaman ataupun diletakkan dalam tanah. Dalam sekali proses pembuahan umumnya bisa menghasilkan hingga 300 butir telur. Bentuk telur seperti sebutir beras.

Penetasan telur bervariasi tergantung wilayahnya. Daerah tropis lebih cepat dibandingkan dengan daerah sub tropis. Jika di wilayah sub tropis bisa menetas lamanya hingga 10 bulan. Dari telur-telur yang menetas akan menghasilkan nimfa yang lucu atau biasa disebut bayi belalang.

2. Fase Nimfa

2. Fase Nimfa

Tahap metamorfosis belalang yang kedua yaitu tahap nimfa merupakan belalang kecil lucu dan belum memiliki sayap. Nimfa yang sudah menetas mulanya berwarna putih akan berubah menjadi hijau atau kecoklatan saat terkena paparan sinar matahari setelahnya.

Pada fase nimfa umumnya berlangsung selama 25 hingga 40 hari. Saat tahap ini berlangsung nimfa akan makan daun-daunan serta mengalami pertumbuhan dan berganti kulit sebanyak 4 sampai 6 kali tergantung suhunya. Setelah 40 hari nimfa akan mulai memiliki sayap kecil hingga masuk ke fase berikutnya.

Berdasarkan penelitian bahwa tingkat keberlangsungan hidup nimfa hanya 50 % saja kebanyakan nimfa akan dimakan predator seperti kadal, tikus maupun burung. Maka dari itu belalang merupakan bagian ekosistem yang berperan menyediakan makanan.

3. Fase Belalang Dewasa

3. Fase Belalang Dewasa

Setelah fase nimfa berlangsung selama 1 bulan proses metamorfosis belalang selanjutnya yaitu fase belalang dewasa. Belalang dewasa memiliki sayap lengkap sehingga bisa terbang untuk mencari makan. Sistem reproduksi pada belalang dewasa sudah siap untuk menghasilkan telur-telur setelah melakukan pembuahan dengan lawannya.

Proses daur ulang mulai dari telur hingga belalang dewasa memakan waktu hingga 1 tahun. Pada saat dewasa, belalang memiliki kemampuan hingga matang dengan jarak 30 hari. Belalang bisa mencari makanan sendiri dan bisa melindungi diri dari predator.


Sistem Reproduksi Belalang

Metamorfosis Belalang

Belalang berkembang biak dengan melakukan perkawinan secara generatif. Belalang jantan memiliki organ reproduksi yang bernama aedeagus. Sedangkan pada belalang betina memiliki ovarium untuk tempat pembuahan. Belalang jantan memiliki ukuran yang lebih kecil saat melakukan perkawinan dan membuahi belalang betina di atasnya.

Proses pembentukan telur selama 4 hari. Belalang betina menggunakan ovipositor akan memasukkan telurnya ke dalam tanah. selain itu juga bisa dimasukkan pada batang, daun dan bunga pada tanaman. selama bertelur, belalang betina bisa menghasilkan kurang lebih 300 butir telur.

Yang membuat unik pada belalang ini yaitu induk belalang tidak akan menghabiskan telur yang sudah menetas. Setelah menetas akan menjadi nimfa kemudian berubah menjadi belalang dewasa. Namun, dengan adanya predator biasanya belalang hanya mampu melangsungkan hidup selama 2 bulan.

Itulah artikel yang membahas tentang metamorfosis belalang dengan memberikan penjelasan secara detail tentang belalang termasuk ciri-ciri, jenis dan sistem reproduksi belalang. Semua makhluk hidup pada umumnya memiliki peran masing-masing dalam menjalani keberlangsungan hidupnya.

Metamorfosis Belalang

Leave a Reply

Your email address will not be published.