Mengenal Arti dari Sejarah Logo Tut Wuri Handayani Menurut Ki Hajar Dewantara

Logo Tut Wuri Handayani – Tahukah kalian apa arti Tut Wuri Handayani ? Kata Tut Wuri Handayani merupakan sebuah istilah yang dikeluarkan oleh seorang bapak pendidikan indonesia yang bernama Ki Hajar Dewantara dalam ajaran kepemimpinannya. Kata Tut Wuri Handayani lahir memiliki arti yang sangat mendalam, sampai kata ini digunakan sebagai semboyan pendidikan.

Ajaran kepemimpinan yang di contohkan oleh Ki Hadjar Dewantara yang sangat poluler di kalangan masyarakat adalah Ing Ngarso Sun Tulodo, Ing Madyo Mbangun Karso, Tut Wuri Handayani. Yang terhadap intinya bahwa seorang pemimpin perlu mempunyai ketiga karakter tersebut supaya bisa menjadi panutan bagi orang lain.

Sejarah Tut Wuri Handayani

sejarah tut wuri handayani

Logo Tut Wuri Handayani tidak asing bagi kita. Yah, lambing tersebut kerap kita pergunakan sebagai kop surat di sekolah maupun didalam cover buku dan laporan pendidikan. Namun tahukah kita bagaimana histori dibuatnya simbol Tut Wuri Handayani itu? Mulai Kapan kementerian pendidikan dan kebudayaan memulai untuk mempergunakan logo tut wuri handayani sebagai logo resminya?

Tahukah kalian kapan Lambang Tut Wuri Handayani diresmikan? logo tut wuri handayani pertama kali diresmikan pada tanggal 6 September 1977 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Sjaref Thajeb.

Dalam pidatonya Bapak Sjaref Thajeb mengungkap latar belakang diresmikan simbol ini adalah sebab memandang banyaknya instansi di bawah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan mempergunakan simbol sendiri-sendiri.

Sehingga hal ini mengakibatkan tidak menunjukkan kordinasi dengan yang lain, persatuan dan kesatuan yang kokoh didalam tubuh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Selain latar belakang tersebut, pembuatan simbol ini dimaksudkan supaya bisa melukiskan tugas dan kegunaan Departemen didalam bisnis mendidik, mencerdaskan dan membudayakan kehidupan bangsa. Pembuatan lambing tersebut merupakan hasil sayembara yang diadakan oleh Panitia yang bekerjasama bersama ASRI dan ITB.

Arti Tut Wuri Handayani

arti  tut wuri handayani

Tut Wuri Handayani mempunyai arti atau makna yang berasal dari istilah kata Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa , Tut Wuri Handayani itu ternyata adalah slogan berasal dari Pahlawan kami Ki Hajar Dewantara.

Sungguh hebat dia telah menciptakan Slogan keren ini dan amat bagus sekali diterapkan di seluruh urusan , dimanapun , aku terkagum dengan sebuah Slogan ini, dan aku menghendaki beri tahu maksud atau obyek berasal dari Slogan ini.

Kata Kata ini adalah manfaatkan Bahasa Jawa, yang jika di terjemahkan di dalam Bahasa Indonesia ini amat ”WoW” sekali. Makna kata-kata ”Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani” .

  1. Ing Ngarsa sung Tuladha : ing ( di ), Ngarsa ( depan ), sung ( jadi ), Tuladha ( contoh atau panutan ) makna: Di Depan menjadi Contoh atau Panutan
  2. Ing Madya Mangun Karsa : ing ( di ), Madya ( tengah ), mangun ( berbuat ), Karsa ( penjalar ) makna: Di sedang Berbuat Keseimbangan atau Penjalaran
  3. Tut Wuri Handayani : Tut ( di ), Wuri ( berbuat atau mengelola ), Handayani ( Dorongan ) makna: Di Belakang membawa dampak Dorongan atau Mendorong

Setidaknya maknanya itu, yang jika kita coba gabungkan dari istilah ”Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani” artinya ”Di Depan Menjadi Panutan atau Contoh, Di Tengah menjadi Penjalar atau Penyeimbang sepantara, dan di Belakang melaksanakan sebuah dorongan (prajurit, ibaratnya)”

Sungguh Indah bukan arti dari Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa? Bahkan Kemdikbud telah mengambil kata ”Tut Wuri Handayani ” sebagai simbol yang sering kita temui dengan sebutan Logo tut wuri handayani dalam dunia pendidikan.

Pahlawan kami meskipun hidup di jaman yang sulit, selalu saja ia berkarya dan karyanya tetap kami nikmati. sehingga kita semua sebagai generasi penerus seharusnya supaya bisa menjadi layaknya mereka ya.

Makna Ing Ngarso Sung Tulodo Ing Madyo Mangun Karso Tut Wuri Handayani

logo tut wuri handayani

(1) Ing Ngarso Sung Tulodo : Berasal dari asal katanya, maka bisa diartikan ing ngarso sung tuladho itu berasal berasal dari kata ing ngarso yang diartikan di depan, sung (lngsun) yang berarti saya, dan kata tulodo yang berarti tauladan.

Dengan demikianlah arti berasal dari semboyan ki Hajar Dewantara yang pertama ini adalah disaat menjadi pemimpin atau seorang guru perlu mampu beri tambahan suri tauladan untuk seluruh orang yang ada disekitarnya.

(2) Ing Madyo Mangun Karso : Berasal dari asal katanya, maka bisa diartikan Ing Madyo Mangun Karso berasal berasal dari kata Ing Madyo yang diartikan di tengah-tengah, Mangun yang memiliki arti memunculkan dan karso yang memiliki arti wujud kemauan atau niat.

Dengan demikianlah arti berasal dari semboyan Ki Hajar Dewantara yang ke-2 ini adalah seorang guru di tengah-tengah kesibukannya dikehendaki mampu memunculkan dorongan terhadap peserta didiknya.

(3) Tut Wuri Handayani : Berasal dari asal katanya, maka bisa diartikan Tut Wuri Handayani, dirangkai berasal dari kata tut wuri yang memiliki arti mengikuti berasal dari belakang da kata handayani yang memilki arti beri tambahan dorongan atau dorongan semangat.

Dengan demikianlah semboyan ki Hajar Dewantara yang ketiga ini memiliki arti bahwa seorang guru dikehendaki mampu beri tambahan suatu dorongan ethical dan dorongan kepada peserta didik disaat guru selanjutnya berada di belakang.

 

Logo Tut Wuri Handayani

logo tut wuri handayani

Dalam penggunaan logo Tut Wuri Handayani didalam lambang pada departemen Pendidikan dan Kebudayaan, diperkuat dengan apa yang telah dikeluarkannya SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan Nomor : 0398/M/1977 tanggal 6 September 1977. Pada SK diatas juga telah disebutkan mengenai arti dari lambang Tut Wuri Handayani adalah sebagai berikut ini:

Logo Bidang Segi Lima (warna Biru Muda)
Artinya, menggambarkan alam kehidupan dari Pancasila

Logo Belencong Menyala Bermotif Garuda

Belencong (menyala) merupakan lampu yang khusus dipergunanakan pada pertunjukan wayang kulit. Cahaya belencong memicu pertunjukkan jadi hidup. Sedangkan Burung Garuda (yang menjadikan sebagai motif Belencong) mengimbuhkan deskripsi sifat gagah perkasa, dinamis, mampu dan berani independen mengarungi angkasa luas. Ekor dan sayap garuda diekspresikan tiap-tiap lima, yang berarti : “satunya kata dengan perbuatana Pancasilais”

Logo Buku

Buku merupakan sumber bagi segala ilmu yang mampu berfaedah bagi kehidupan manusia.
Bidang segi lima (biru muda). Menggambarkan alam kehidupan Pancasila

Logo Semboyan Tut Wuri Handayani

Digunakan oleh Ki hajar Dewantara didalam melaksanakan system pendidikannya. Pada saat memulai pencantuman dari semboyan ini yang berarti memiliki serta saling melengkapi penghargaan dan penghormatan kita kepada almarhum Ki hajar Dewantara yang mana hari lahirnya telah dijadikan sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Logo Warna

Warna putih oada ekor dan sayap Garuda dan buku berarti suci, bersih tanpa pamerih. Warna kuning emas pada nyala api berarti keagungan dan keluhuran pengabdian. Sedangkan pada warna biru muda, yang ada pada bidang segi lima yang memiliki arti pengabdian yang tidak kunjung putus dengan hanya memiliki pandangan hidup yang mendalam yaitu pandangan hidup Pancasila

Kesimpulan dari Tut Wuri Handayani

Dari semboyan tut wuri handayani, beliau lah yang mendorong pendidikan rakyat Indonesia. Sudah harusnya guru-guru di Indonesia merupakan penerus dari seorang ayah pendidikan yang telah meneruskan pengaruh positif terhadap bangsa Indonesia.

Karena, di tangan para gurulah nasib para penerus generasi bangsa. yang sangat berpengaruh dalam kemajuan pendidikan di Indonesia. Salah satunya yang sangat mempengaruhi adalah para guru. oleh sebab itu, guru sangat ikut berkontribusi di dalam hal yang positif dan ikut dan juga menyalurkan kemampuannya di di dalam bidang pendidikan semaksimal mungkin.

Ingat: jikalau kami berada di posisi depan maka kami harus menjadi Panutan, Jika kami berada di Tengah kami harus memiliki berjiwa yang mudah bergaul, dan jikalau di kami berada di belakang maka kami harus menjadi pendorong ya. Kita manfaatkan 3 simbolis tadi yang ada pada arti dan logo tut wuri handayani tersebut yang memiliki makna yang bisa kita terapkan di dalam kehidupan kita semua.

Tinggalkan komentar