Komunikasi Lintas Budaya dalam Kehidupan Sehari-hari dan Defisnisinya

By | 9 October 2020
Komunikasi Lintas Budaya

Komunikasi Lintas Budaya – Komunikasi lintas budaya, tentunya hal ini tidak asing bagi mahasiswa Bina Wisata. Dalam penerapannya, komunikasi dengan dua arah berbeda namun saling berkesinambungan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif.

Namun proses berkomunikasi ini tak selamanya memberikan dampak positif. Lintas budaya juga dapat menyebabkan kehancuran suatu budaya tertentu.


Pengertian Komunikasi Lintas Budaya

Komunikasi Lintas Budaya

Sesuai pengertiannya, komunikasi yang terjadi antar negara ini adalah suatu pengalihan ide. Yaitu sebuah proses yang menyebabkan terjadinya peralihan ide atau gagasan dari budaya satu ke budaya lainnya. Terciptanya komunikasi ini akan menyebabkan suatu penggabungan yang dinamakan akulturasi budaya.

Baca Juga: Budaya Papua


Latar Belakang

Komunikasi Antar Budaya

Modernisasi yang terjadi dan terus berkembang di seluruh penjuru dunia tentunya memberikan sebuah dampak. Dari kemajuan yang terjadi perkembangan di dunia dikenal dengan istilah Global Village. Penyebab terjadinya hal tersebut adalah main akrabnya jalinan komunikasi antar bangsa dan lintas negara.

Banyak masalah yang dapat ditimbulkan dalam kontak budaya antar negara. Ini dikarenakan setiap negara memiliki beragam perbedaan. Dan dari perbedaan tersebut, sering terjadi selisih paham akibat kurangnya rasa untuk saling memahami. Ideologi, gaya hidup serta orientasi kehidupan menjadi warna yang menyelimuti kontak lintas budaya.

Dengan pemahaman bahwa terjadinya konflik mungkin tidak bisa dihindari. Maka dalam menangani hal tersebut, perlu adanya jalinan komunikasi yang lebih intens dalam mempelajari masalah-masalah yang ada.

Baca Juga: Budaya Sunda


Masalah yang Terdapat dalam Jalinan Komunikasi

Dalam setiap jalinan komunikasi, tentunya masalah-masalah akan selalu menyelimutinya. Dalam komunikasi dengan cakupan lintas budaya, masalah yang menyelimutinya biasanya terjadi dalam ranah penerimaan transmisi. Jika penerima pesan yang disampaikan merupakan satu ranah kebudayaan, maka penyerapan maknanya akan sama.

Ketika hal tersebut terjadi, isi pesan serta cara komunikasi yang terjadi akan sama dengan penafsiaran baik penerima maupun pengirim. Namun apabila penerima pesan memiliki latar belakang kebudayaan yang berbeda, maka kemungkinan besar salah penafsiran tidak dapat dihindari.

Dalam kasus seperti ini, atribusi sangat diperlukan. Atribusi sendiri adalah sebuah proses penangkapan informasi terkait perilaku individual lainnya. Ketika penerima pesan dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda menerima pesan, maka kebingungan akan melanda dalam proses penafsiran pesan. Tentu saja, dalam kasus ini, orang lain akan menjadi kambing hitam.

Keefektifan dalam jalinan komunikasi bergantung pada penerjemahan informasi informal melalui pihak-pihak yang terlibat dengan berdasar pada kepercayaan yang menjadi acuan. Ketika jalinan komunikasi dilandasi dengan kepercayaan, maka pengertian implisit dari jalinan komunikasi lintas budaya dapat diabaikan. Dengan begitu dampak-dampak negative serta masalah-masalah yang ada akan dapat ditangani dengan mudah.


Karakteristik Komunikasi Lintas Budaya

Komunikasi Lintas Budaya

Di dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa hal penting yang menjadi karakteristik komunikasi. Beberapa karakteristik tersebut merupakan unsur penting yang mempengaruhi keefektifan dalam berkomunikasi. Karakteristik tersebut adalah sebagai berikut :

1. Komunikasi dan Bahasa

Sistem komunikasi terbagi menjadi dua, yaitu secara verbal dan non-verbal. Selain itu unsur yang membedakan juga menjadi kunci utama dalam berkomunikasi. Setidaknya terdapat kurang lebih 15 bahasa utama, dengan dialek, logat serta ragam etnik lainnya.

Disamping itu, bahasa tubuh juga ikut andil peran dalam suatu komunikasi. Sifatnya memang universal dalam penerapan, namun, memiliki makna yang tentu saja berbeda baik secara lokal maupun kultural.

2. Penampilan serta Busana

Dandanan serta aksesoris yang menempel menjadi unsur didalamnya. Busana tentunya akan menjadi sebuah identitas kasat mata yang menandakan asal serta kepribadian seseorang. Contohnya saja, penampilan suku Indian, dan Masyarakat Papua yang memberikan lukisan pada tubuh.

Bukan sebagai hiasan, namun sebagai simbol sebuah keberanian. Disamping itu juga memberikan aksen keindahan dalam pandangan mata.

3. Makananan dan Kebiasaannya

Hal penting dalam menentukan pilihan makanan serta, cara penyajian menjadi ciri utama dalam karakteristik ini. Setiap budaya memiliki pilihan menu serta cara penyajian yang berbeda. Dengan unsur ini maka pemilihan menu tidak akan salah.

4. Waktu dan Kesadaran

Karakteristik yang satu ini menyangkut tentang pandangan setiap individu terhadap waktu. Ketepatan memang akan berbeda bagi setiap individu. Ada yang mengatakan bahwa ketepatan merupakan sebuah hal yang relative.

5. Penghargaan serta Penetapan

Dalam sebuah komunikasi dengan cakupan lintas budaya maka pengenalan terhadap suatu budaya akan menjadi sangat penting. Sebagai suatu cara dalam pengenalan, serta pemberian penghargaan ataupun pujian yang tepat.

6. Relasi

Relasi antar individu satu dengan individu lainnya serta organisasi satu dengan organisasi lainnya diatur dalam sebuah komunikasi lintas budaya. Agar seluruh tindakan dapat terpetakan sesuai dengan usia, gender, dan hal hal pribadi lainnya yang mendukung terciptanya good communication.

7. Nilai dan Norma

Berdasarkan terjalinnya system nilai serta norma yang ada, jalinan norma menjadi suatu hal yang memberikan gambaran terhadap perilaku masyarakat. Unsur ini mencakup segala tindakan, dari etika hingga kepatuhan terhadap aturan tertentu.

8. Dimensi Diri dan Ruang

Dalam budaya tertentu, ekspresi diri untuk memberikan gambaran kenyamanan yang dimiliki seseorang berbeda-beda. Ada yang mengekspresikannya secara tersrtuktur dan terlihat formal. Namun ada pula yang terlihat lebih lentur dengan pembawaan yang santai. Selain itu, terdapat pula pembawaan yang sangat tertutup.

9. Proses Pembelajaran dan Mental

Budaya satu dan budaya lainnya memiliki pembawaan yang berbeda-beda. Beberapa ada yang menekankan perkembangan aspek otak dalam jalinan komunikasi lintas budaya. Sebagai cara dalam mengamati kepribadian serta mental yang tercipta saat terjadi suatu komunikasi dua arah.

10. Kepercayaan

Pada dasarnya, seluruh budaya memberikan perhatian lebih pada sebuah kepercayaan. Segala hal berbau supernatural dalam keagamaan akan diberikan perhatian secara berkala. Hal ini dikarenakan hampir semua karakteristik terdapat dalam sebuah kepercayaan.


Alasan Utama Mempelajari Komunikasi Lintas Budaya

Dengan sistem-sistem nilai serta kebudayaan yang berbeda, cara berkomunikasi juga menentukan arah kemana komunikasi berlangsung. Sebenarnya, dalam setiap komunikasi yang terjadi, kemungkinan besar terjadinya lintas budaya sangat besar.

Ini dikarenakan latar belakang kebudayaan setiap orang yang cenderung berbeda, walaupun perbedaan tersebut tidak terlalu signifikan. Perbedaan tafsir dikarenakan latar belakang budaya yang berbeda bisa menimbulkan resiko yang cukup fatal.

Komunikasi bisa saja berjalan tidak lancar. Atau yang lebih parah bisa menimbulkan perpecahan ataupun permusuhan. Kejadian-kejadian dengan unsur etnosentrisme akibat kesalahpahaman dapat dilihat melalui seringnya konflik dengan ujung kerusuhan antar etnis. Guna meredam kesalahpahaman yang terjadi, mengetahui bahasa serta sifat budaya lain adalah sangat penting.

Dengan memahami serta mengerti tentang budaya lain, setidaknya dalam menjalin komunikasi akan terasa lebih nyaman dan aman tanpa takut menimbulkan konflik. Kebutuhan dalam mengerti makna komunikasi lintas budaya akan terus diperlukan dengan semakin terbukanya ruang lingkup masing-masing individu.


Penerapan Di Lingkup Masyarakat

Komunikasi Antar Budaya

Dengan begitu banyaknya informasi terkait komunikasi lintas budaya, banyak pula beragama teori yang merujuk pada kepribadian pelaku komunikasi. Teori sebab akibat menjadi teori yang umum digunakan dalam menjelaskan terjadinya komunikasi dengan kesamaan latar belakang budaya maupun lintas budaya.

Merujuk pada kepribadian pelaku komunikasi berupa sikap serta perilaku,teori sebab akibat diikuti dengan sebuah kepercayaan. Dimana kepercayaan tersebut merupakan sebuah hasil pikir yang membenarkan terjadinya niat dalam menjalin komunikasi

Penerapan dalam sisi kemanusiaan dapat dilihat dari gerak gerik bahasa tubuh. Di sebagian negara, menggunakan bahasa tubuh dengan sedikit membungkuk dihadapan orang tua merupakan suatu kesopanan. Itu merupakan pengaruh adab dan budaya yang berkembang.

Dalam dunia teknologi, penggunaan media sosial sebagai sarana komunikasi juga memberikan dampak. Salah satu contohnya adalah dalam hal busana yang awalnya memiliki kecenderungan tradisional. Setelah adanya komunikasi melalui media internet, maka kesan berbusana menjadi lebih modern.

Komunikasi lintas budaya memang akan semakin berkembang dengan ruang lingkup yang semakin besar pula. Jalinan komunikasi dari budaya satu dengan budaya lain tidak dapat ditutup. Dengan keragaman yang terjadi, komunikasi akan terus terjalin tanpa memandang asal serta bagaimana kebudayaan suatu negara.

Komunikasi Lintas Budaya

Leave a Reply

Your email address will not be published.