Peninggalan Sejarah Kerajaan Kutai Kartanegara Singkat & Lengkap!

Kerajaan Kutai – Hallo sahabat infoana.!! Kami akan berbagi informasi sejarah kerajaan kutai, yang merupakan kerajaan Hindu pertama di Indonesia yang berdiri sejak abad ke 4 Masehi ini pasti telah kami dulu dengar kisahnya. Ya, kerajaan ini sebetulnya kerap dibahas di buku-buku pelajaran sekolah kita. Namun, meski telah dibahas secara menyeluruh di bangku pendidikan.

Pada umumnya kami pasti belum dulu mendengar peninggalan sejarah Kerajaan Kutai yang hingga kini masih ada, padahal peninggalan-peninggalan sejarah tersebutlah yang sebetulnya dapat mengakibatkan kami yakin tentang kedigdayaan asal usul kerajaan yang berletak di Muara Kaman, Kalimantan Timur di masa silam ini.

Kalau pembahasan kita sebelumnya membahas mengenai kerajaan sriwijaya, kali ini kita akan membahas beberapa sejarah dan peninggalan apa saja yang terdapat di kutai kartanega, saya bakal membahas peninggalan kerajaan kutai sebagai tambahan Info bagi Anda. Oleh karena itu marilah simak ulasan yang tersedia di bawah berikut ini.


Sejarah Kerajaan Kutai

kerajaan kutai

Kerajaan Kutai (Martadipura) merupakan kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Kerajaan Kutai diperkirakan nampak pada abad 5 M atau ~+mn~ 400 M. Kerajaan ini terletak di Muara Kaman, Kalimantan Timur (dekat kota Tenggarong), tepatnya di hulu sungai Mahakam. Nama Kutai diambil berasal dari nama daerah ditemukannya prasasti yang melukiskan kerajaan tersebut.

Nama Kutai diberikan oleh para ahli karena tidak tersedia prasasti yang secara memahami menjelaskan nama kerajaan ini. Karena sebenarnya sangat sedikit Info yang dapat diperoleh akibat kurangnya sumber sejarah.

Keberadaan kerajaan berikut diketahui berdasarkan sumber berita yang ditemukan yaitu berwujud prasasti yang berwujud yupa / tiang batu berjumlah 7 buah. Yupa yang memanfaatkan huruf Pallawa dan bahasa sansekerta tersebut, dapat diambil kesimpulan perihal keberadaan Kerajaan Kutai dalam berbagai faktor kebudayaan, antara lain politik, sosial, ekonomi, dan budaya.

Adapun isi prasati berikut menyatakan bahwa raja pertama Kerajaan Kutai bernama Kudungga. Ia mempunyai seorang putra bernama Asawarman yang disebut sebagai wamsakerta (pembentuk keluarga). Setelah meninggal, Asawarman digantikan oleh Mulawarman.

Penggunaan nama Asawarman dan nama-nama raja pada generasi selanjutnya menyatakan telah masuknya pengaruh ajaran Hindu dalam Kerajaan Kutai dan perihal berikut menyatakan bahwa raja-raja Kutai adalah orang Indonesia asli yang telah memeluk agama Hindu.

1. Maharaja Kudungga

Adalah raja pertama yang berkuasa di kerajaan kutai. Nama Maharaja Kudungga oleh para ahli sejarah ditafsirkan sebagai nama asli orang Indonesia yang belum dipengaruhi bersama nama budaya India. Dapat kita lihat, nama raja berikut masih memanfaatkan nama lokal agar para ahli berpendapat bahwa pada era pemerintahan Raja Kudungga pengaruh Hindu baru masuk ke wilayahnya.

Kedudukan Raja Kudungga pada mulanya adalah kepala suku. Dengan masuknya pengaruh Hindu, ia membuat perubahan susunan pemerintahannya menjadi kerajaan dan mengangkat dirinya sebagai raja, agar penggantian raja ditunaikan secara turun temurun.

2. Maharaja Asmawarman

Prasasti yupa menceritakan bahwa Raja Aswawarman adalah raja yang cakap dan kuat. Pada era pemerintahannya, wilayah kekuasaan Kutai diperluas lagi. Hal ini dibuktikan bersama dilakukannya Upacara Asmawedha pada masanya. Upacara-upacara ini dulu ditunaikan di India pada era pemerintahan Raja Samudragupta dikala dambakan memperluas wilayahnya.

Dalam upacara itu ditunaikan pelepasan kuda bersama obyek untuk menentukan batas kekuasaan Kerajaan Kutai ( ditentukan bersama tapak kaki kuda yang nampak pada tanah sampai tapak yang paling akhir nampak disitulah batas kekuasaan Kerajaan Kutai ). Pelepasan kuda-kuda itu diikuti oleh prajurit Kerajaan Kutai.

3. Maharaja Mulawarman

Raja Mulawarman merupakan anak berasal dari Raja Aswawarman yang menjadi penerusnya. Nama Mulawarman dan Aswawarman sangat kental bersama pengaruh bahasa Sanskerta andaikata dilihat berasal dari cara penulisannya.

Raja Mulawarman adalah raja terbesar berasal dari Kerajaan Kutai. Di bawah pemerintahannya, Kerajaan Kutai mengalami era kejayaannya. Rakyat-rakyatnya hidup tentram dan sejahtera sampai Raja Mulawarman mengadakan upacara kurban emas yang sangat banyak.

  • Maharaja Irwansyah
  • Maharaja Sri Aswawarman
  • Maharaja Marawijaya Warman
  • Maharaja Gajayana Warman
  • Maharaja Tungga Warman
  • Maharaja Jayanaga Warman
  • Maharaja Nalasinga Warman
  • Maharaja Nala Parana Tungga
  • Maharaja Gadingga Warman Dewa
  • Maharaja Indra Warman Dewa
  • Maharaja Sangga Warman Dewa
  • Maharaja Singsingamangaraja XXI
  • Maharaja Candrawarman
  • Maharaja Prabu Nefi Suriagus
  • Maharaja Ahmad Ridho Darmawan
  • Maharaja Riski Subhana
  • Maharaja Sri Langka Dewa
  • Maharaja Guna Parana Dewa
  • Maharaja Wijaya Warman
  • Maharaja Indra Mulya
  • Maharaja Sri Aji Dewa
  • Maharaja Mulia Putera
  • Maharaja Nala Pandita
  • Maharaja Indra Paruta Dewa
  • Maharaja Dharma Setia

Peninggalan Kerajaan Kutai

peninggalan kerajaan kutai

Peninggalan Sejarah Kerajaan Kutai Di abad 21 sekarang ini, lebih dari satu peninggalan sejarah Kerajaan Kutai masih dapat kita temukan di Museum Mulawarman yang letaknya tersedia di Kota Tenggarong, Kutai Kartanegara. Jika Anda suatu pas mampir ke kota itu, sempatkanlah diri Anda untuk menengok bukti kebesaran berasal dari kerajaan kutai.

Saya sendiri lebih dari satu pas lalu mampir ke sana. Dengan tiket masuk Rp. 2.000, aku telah berhasil menikmati bukti eksotika era lampau bersama lihat lebih dari satu penginggalan kerajaan kutai. Apa saja peninggalannya yaitu sebagai berikut :


peninggalan kerajaan kutai


1. Prasasti Yupa

Prasasti Yupa adalah keliru satu peninggalan sejarah kerajaan kutai yang paling tua. benda bersejarah satu ini merupakan bukti terkuat ada kerajaan hindu yang bercokol di atas tanah Kalimantan. Sedikitnya tersedia 7 prasasti yupa yang sampai kini masih selalu ada.

2. Ketopong Sultan

Ketopong adalah mahkota Sultan Kerajaan Kutai yang terbuat berasal dari emas. Beratnya 1,98 kg dan pas ini disimpan di Musium Nasional di Jakarta. Ketopong sultan kutai ditemukan pada 1890 di daerah Muara Kaman, Kutai Kartanegara. Di Musium Mulawarman sendiri, ketopong yang dipajang adalah ketopong tiruan.

3. Kalung Ciwa

Kalung Ciwa adalah peninggalan sejarah kerajaan Kutai yang ditemukan pada era pemerintahan Sultan Aji Muhammad Sulaiman. Penemuan terjadi pada th. 1890 oleh seorang masyarakat di sekitar Danau Lipan, Muara Kaman. Kalung Ciwa sendiri sampai pas ini masih digunakan sebagai perhiasan kerajaan dan dipakai oleh sultan pas tersedia pesta penobatan sultan baru.

4. Kalung Uncal

Kalung Uncal adalah kalung emas seberat 170 gram yang dihiasi liontin berelief cerita ramayana. Kalung ini menjadi atribut kerajaan Kutai Martadipura dan merasa digunakan oleh Sultan Kutai Kartanegara pasca Kutai Martadipura berhasil di taklukan.

Adapun berdasar penelitian para ahli, kalung uncal sendiri diperkirakan berasal berasal dari India (Unchele). Di dunia, pas ini cuma tersedia 2 kalung uncal, satu berada di India dan satunya kembali tersedia di Museum Mulawarman, Kota Tenggarong.

5. Kura-Kura Emas

Peninggalan sejarah kerajaan kutai yang menurut aku memadai unik adalah kura-kura emas. Benda ini sekarang tersedia di Musium Mulawarman. Ukurannya sebesar setengah kepalan tangan. Dan berdasarkan label yang tertera di dalam etalasenya, benda unik ini ditemukan di daerah Long Lalang, daerah yang terletak di hulu sungai Mahakam.

Adapun berdasar riwayat, benda ini diketahui merupakan persembahan berasal dari seorang pangeran berasal dari Kerajaan di China bagi sang putri raja Kutai, Aji Bidara Putih. Sang Pangeran memberikan lebih dari satu benda unik pada kerajaan sebagai bukti kesungguhannya yang dambakan mempersunting sang putri.

6. Pedang Sultan Kutai

Pedang Sultan Kutai terbuat berasal dari emas padat. Pada gagang pedang terukir gambar seekor harimau yang tengah siap menerkam, pas pada ujung sarung pedang dihiasi bersama seekor buaya. Pedang Sultan Kutai pas ini dapat Anda lihat di Museum Nasional, Jakarta.

7. Tali Juwita

Tali juwita adalah peninggalan kerajaan kutai yang menyimbolkan 7 muara dan 3 anak sungai (sungai Kelinjau, Belayan dan Kedang Pahu) yang dimiliki sungai mahakam. Tali juwita terbuat berasal dari benang yang banyaknya 21 helai dan biasanyan digunakan dalam upacara tradisi Bepelas.

8. Keris Bukit

Kang Keris bukit kang adalah keris yang digunakan oleh Permaisuri Aji Putri Karang Melenu, permaisuri Raja Kutai Kartanegara yang pertama. Berdasarkan legenda, permaisuri ini adalah putri yang ditemukan dalam sebuah gong yang hanyut di atas balai bambu.

Dalam gong tersebut, tidak cuman tersedia seorang bayu perempuan, di dalamnya termasuk terdapat sebuah telur ayam dan sebuah keris, keris bukit kang.


kerajaan kutai


9. Kelambu Kuning

Ada lebih dari satu benda peninggalan kerajaan yang dipercaya punya kekuatan magis oleh masyarakat tradisi Kutai sampai pas ini. benda-benda ini di letakkan dalam kelambu kuning untuk jauhi tuah dan bala yang dapat ditimbulkannya.

Beberapa benda peninggalan sejarah kerajaan kutai berikut antara lain kelengkang besi, tajau, gong raden galuh, gong bende, arca singa, sangkoh piatu, dan juga Keliau Aji Siti Berawan.

10. Singgasana Sultan

Singgasana sultan merupakan peninggalan sejarah kerajaan kutai yang masih selalu terjaga sampai kini. Benda berikut terletak di Museum Mulawarman. Dahulu setinggil atau singgasana ini digunakan oleh Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sultan Aji Muhammad Parikesit, dan raja-raja kerajaan kutai sebelumnya. Singgasana ini termasuk disempurnakan bersama payung, umbul-umbul, dan peraduan pengantin Kutai Keraton.

11. Meriam Kerajaan kutai

merupakan kerajaan yang disempurnakan bersama proses pertahanan kuat. Hal ini dibuktikan oleh banyaknya peninggalan sejarah berwujud meriam dan lebih dari satu alat bela diri lainnya. Adapun meriam, kerajaan kutai punya 4 yang sampai kini masih terjaga bersama rapi. Keempat meriam berikut antara lain Meriam Sapu Jagat, Meriam Gentar Bumi, Meriam Aji Entong, dan Meriam Sri Gunung. Peninggalan

12. Tombak Kerajaan Majapahit

Tombak-tombak tua yang berasal berasal dari Kerajaan Majapahit termasuk merupakan peninggalan sejarah kerajaan kutai. Ya, tombak-tombak berikut telah tersedia di Muara Kaman sejak dulu. Ini menyatakan jikalau kerajaan kutai dan Kerajaan Majapahit pada era silam punya interaksi yang sangat erat. Peninggalan

13. Keramik Kuno Tiongkok

Ratusan keramik kuno yang diperkirakan berasal berasal dari berbagai dinasti di kekaisaran Cina tempo dulu yang sempat ditemukan tertimbun di sekitar danau Lipan menyatakan bahwa kerajaan kutai dan kekaisaran china telah lakukan interaksi perdagangan yang erat pada era silam. Ratusan keramik kuno yang menjadi peninggalan sejarah kerajaan Kutai itu kini tersimpan di ruang bawah tanah musium mulawarman di Tenggarong, Kutai kartanegara. Peninggalan

14. Gamelan Gajah Prawoto

Di Museum Mulawarman pas ini termasuk terdapat seperangkat gamelan. Gamelan-gamelan ini dipercayai berasal berasal dari pulau Jawa. Tak cuma itu, lebih dari satu topeng, keris, pangkon, wayang kulit, dan juga barang-barang kuningan dan perak yang tersedia sebagai peninggalan sejarah kerajaan kutai tempo silam termasuk menyatakan bahwa telah tersedia interaksi erat antara kerajaan-kerajaan di Jawa bersama Kerajaan Kutai Kartanegara

 


Kejayaan Kerajaan Kutai

kerajaan kutai

Tidak banyak Info mengenai Kerajaan Kutai yang temukan. Tetapi menurut prasasti Yupa, puncak kejayaan Kerajan Kutai berada pada masa kepemerintahan Raja Mulawarman. Pada masa pemerintahan Mulawarman, kekuasaan Kerajaan Kutai hampir meliputi seluruh wilayah Kalimantan Timur. Rakyat Kerajaan Kutai pun hidup sejahtera dan makmur.

Kehidupan Politik Kerajaan Kutai

Dalam prasasti-prasasti yang ditemukan di Kutai, terkandung keliru satu prasasti yang didalamnya tetulis “Sang Maharaja Kundungga yang benar-benar mulia mempunyai putra yang mashur, Sang Aswawarman namanya, yang seperti Sang Ansuman (Dewa Matahari) menumbuhkan keluarga yang benar-benar mulia.

Sang Aswawarman mempunyai putra tiga, seperti api (yang suci) tiga. Yang terkemuka berasal dari ketiga putra itu adalah Sang Mulawarman, raja yang berperadaban baik, kuat, dan kuasa. Sang Mulawarman sudah mengadakan kenduri (selamatan) emas benar-benar banyak. Buat peringatan kenduri itulah tugu batu ini didirikan oleh para Brahmana."

Dari prasasti berikut bisa diketahui nama-nama raja yang dulu memerintah di Kerajaan Kutai. Raja pertama bernama Kundungga yang merupakan nama Indonesia asli. Ia mempunyai seorang anak yang bernama Aswawarman yang dianggap sebagai pendiri dinasti atau pembentuk keluarga (Wamsakerta).

Nama anak Kundungga di atas membuktikan sudah masuknya dampak Hindu dalam Kerajaan Kutai. Selanjutnya, bisa diketahui pula bahwa Aswawarman itu mempunyai 3 orang putra. Salah seorang di antara putranya itu benar-benar terkenal, bernama Mulawarman. Kedua nama terakhir menggunakan bahasa Sanskerta.

Dengan demikian, bisa diartikan bahwa pada masa kerajaan Kutai, mereka sudah mengenal sistem pemerintahan. Pemerintahan bukan kembali dipimpin oleh kepala suku, tetapi dipimpin oleh Raja. Dalam prasasti berikut termasuk membuktikan bahwa raja-raja Kutai adalah orang Indonesia asli yang sudah memeluk agama Hindu.

Kehidupan Ekonomi Kerajaan Kutai

Secara geografis Kerajaan Kutai berada pada jalan perdagangan antara Cina dan India. Kerajaan Kutai menjadi area yang menarik untuk disinggahi para pedagang. Hal berikut membuktikan bahwa kegiatan perdagangan sudah menjadi anggota berasal dari kehidupan masyarakat Kutai, disamping pertanian.

Dan info tertulis pada prasasti yang menyatakan bahwa Raja Mulawarman dulu beri tambahan hartanya bersifat minyak dan 20.000 ekor sapi kepada para Brahmana. Diperkirakan bahwa pertanian dan peternakan merupakan mata pencaharian utama masyarakat Kutai.

Melihat letak di kira-kira Sungai Mahakam sebagai jalan transportasi laut, diperkirakan perdagangan masyarakat Kutai berjalan cukup ramai. Bagi pedagang luar yang menghendaki berjualan di Kutai, mereka perlu beri tambahan “hadiah" kepada raja supaya diizinkan berdagang.

Pemberian “hadiah" ini kebanyakan bersifat barang dagangan yang cukup mahal harganya dan bantuan ini dianggap sebagai upeti atau pajak kepada pihak Kerajaan. Melalui interaksi dagang tersebut, baik melalui jalan transportasi sungai-laut maupan transportasi darat.

Berkembanglah interaksi agama dan kebudayaan bersama dengan wilayah-wilayah sekitar. Banyak pendeta yang diundang singgah ke Kutai. Banyak pula orang Kutai yang singgah ke area asal para pendeta tersebut.

Krhidupan Kerajaan Kutai dalam Agama

Kehidupan kebudayaan masyarakat Kutai erat kaitannya bersama dengan kepercayaan atau agama yang dianut. Yupa merupakan keliru satu hasil budaya masyarakat Kutai, yaitu tugu batu yang merupakan warisan nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari zaman Megalitikum, yaitu wujud menhir.

Salah satu yupa itu menyatakan suatu area suci bersama dengan nama Waprakeswara (tempat pemujaan Dewa Siwa). Dengan demikianlah bisa diartikan bahwa masyarakat Kutai adalah pemeluk agama Hindu Syiwa. Selain itu, masyarakat Kutai termasuk ada yang masih menggerakkan adat istiadat dan kepercayaan asli mereka.

Kehidupan Sosial Dan Budaya Kerajaan Kutai

Karena Kerajaan Kutai sudah mendapat dampak agama Hindu, maka kehidupan agamanya sudah lebih maju. Salah satu contohnya adalah pelaksanaan upacara penghinduan atau pemberkatan seseorang yang memeluk agama Hindu yang disebut Vratyastoma.

Upacara berikut dilakukan sejak pemerintahan Aswawarman dan dipimpin oleh para pendeta atau brahmana berasal dari India. Baru pada masa pemerintahan Mulawarman, upacara berikut dipimpin oleh kaum brahmana berasal dari Indonesia.

Dari info berikut bisa diartikan bahwa kaum brahmana berasal dari Indonesia ternyata miliki tingkat intelektual yang tinggi karena bisa menguasai bahasa Sanskerta. Karena, bahasa ini bukanlah bahasa yang dipakai sehari-hari oleh rakyat India melainkan bahasa formal kaum brahmana untuk masalah keagamaan.

Masuknya dampak budaya India ke Nusantara, membawa dampak budaya Indonesia mengalami perubahan. Perubahan yang paling utama adalah timbulnya suatu sistem pemerintahan bersama dengan raja sebagai kepalanya. Sebelum budaya India masuk, pemerintahan cuma dipimpin oleh seorang kepala suku.

Selain itu, percampuran lainnya adalah kehidupan nenek moyang bangsa Indonesia mendirikan tugu batu. Kebiasaan ini membuktikan bahwa dalam menerima unsur-unsur budaya asing, bangsa Indonesia bersikap aktif. Artinya bangsa Indonesia mengupayakan mencari dan menyesuaikan unsur-unsur kebudayaan asing berikut bersama dengan kebudayaan sendiri.


Keruntuhan Kerajaan Kutai

peninggalan kerajaan kutai

Kerajaan Kutai berakhir sementara Raja Kutai yang bernama Maharaja Dharma Setia tewas dalam peperangan di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13, Aji Pangeran Anum Panji Mendapa. Perlu diingat bahwa Kutai Martadipura berlainan bersama dengan Kerajaan Kutai Kartanegara yang ibukotanya pertama kali berada di Kutai Lama (Tanjung Kute).

Kutai Kartanegara inilah yang disebutkan dalam sastra Jawa Negarakertagama. Kutai Kartanegara sesudah itu menjadi kerajaan Islam yang disebut Kesultanan Kutai Kartanegara. Nah itulah beberapa pembahasa mengenai kerajaan kutai, dengan berbagai pembahasan mulai dari sejarah kerajaan kutai dan prasasti kerajaan kutai, semoga bermanfaat, terimakasih

Tinggalkan komentar