Jenis Jenis Tanah yang Ada di Indonesia Beserta Manfaat dan Penjelasan

By | 12 October 2020
Jenis Jenis Tanah
Jenis Jenis Tanah – Tanah adalah lapisan paling atas bumi, terletak pada kerak bumi yang tersusun dari mineral serta bahan organic lainnya. Terbentuk dari proses pelapukan batuan yang keberadaannya sangatlah penting, karena seluruh kehidupan terjadi diatasnya. Jenis jenis tanah pun beragam.
Tanah sangatlah penting bagi tanaman karena merupakan sumber penyedia unsur hara untuk proses tumbuhnya juga sebagai penopang akar. Tak hanya itu, tanah juga menjadi habitat bagi banyak spesies tak terkecuali manusia sendiri.
Baca Juga: lapisan tanah

Manfaat Tanah Bagi Kehidupan

Jenis Jenis Tanah

Sebagai salah satu sumber daya alam yang paling sering digunakan, tentunya tanah memiliki segudang manfaat bagi keberlangsungan kehidupan. Bagi tanaman sendiri, tanah merupakan tempatnya tumbuh dan berkembang, juga tanah bermanfaat untuk menyerap dan menyimpan air, serta dapat menahan banjir.

Jenis Jenis Tanah dan Persebarannya

Jenis Jenis Tanah

Di Indonesia sendiri ada banyak sekali jenis jenis tanah yang tersebar hampir di seluruh wilayah di Indonesia. Persebaran tanah ini memiliki ciri dan keunikan tersendiri, dibawah ini beberapa ulasan tentang jenis tanah yang perlu diketahui :

1. Tanah Andosol

Tanah andosol atau tanah vulkanik adalah tanah yang berasal dari material cair maupun padat yang dihasilkan letusan gunung berapi dan telah mengalami proses pelapukan sebelumnya. Untuk tanah ini sendiri dibagi atas dua jenis, yakni tanah latosol dan tanah regosol yang masing-masing memiliki ciri khas tersendiri. Seperti tekstur tanah dan kandungan unsur hara didalamnya berbeda.
Secara umum tanah vulkanik yang merupakan jenis- jenis tanah yang banyak mengandung unsur hara. Hal tersebut membuat tanah ini tergolong subur dan sangat cocok untuk dijadikan lahan pertanian. Jenis tanah yang satu ini banyak ditemukan didaerah sekitaran Danau Toba, Bali, Jawa, dan juga Sumatera.

2. Tanah Aluvial

Aluvial merupakan tanah yang berasal dari sedimen lumpur yang mengalir terbawa aliran sungai. Tanah ini memiliki warna sedikit kelabu dengan sifat tanahnya yang tergolong tidak terlalu subur. Biasanya, aluvial dapat ditemukan di daerah dataran rendah seperti di wilayah timur Sumatera, bagian utara dan selatan Papua, Jawa Utara.
Aluvial adalah tanah hasil pengikisan tanah yang diendapkan bersama dengan lumpur sungai. Tanah ini banyak mengandung pasir dan liat. Tekstur dari tanah ini sendiri cenderung kasar dan peka terhadap erosi, namun ada juga yang teksturnya halus jika lokasi tanah tersebut dekat dengan aliran air.

3. Tanah gambut

Jenis jenis tanah yang ada di Indonesia memang beragam, termasuk juga tanah gambut. Tanah ini terbentuk dari sisa-sisa tanaman yang sudah setengah membusuk. Tumbuhan yang setengah membusuk tadi kemudian mengalami dekomposisi yang tidak sempurna sehingga jadilah tanah.
Tanah ini mengandung banyak bahan organik. Karakteristik dari tanah gambut ini sendiri adalah memiliki warna gelap, bertekstur lunak, memiliki sifat asam yang tinggi, bersifat basah, dan cenderung kurang subur. Gambut ini banyak ditemukan didaerah rawa. Tanah ini tidak cocok untuk bercocok tanam karena memiliki sifat asam yang sangat tinggi.

4. Tanah Podzolik Merah Kuning

Sering disingkat PMK, tanah Podzolik Merah Kuning merupakan jenis jenis tanah yang terbentuk karena suhu yang rendah dengan curah hujan yang tinggi. Memiliki dua warna, yakni merah dan kuning mengindikasikan jenis kandungan dan tingkat kesuburan pada kedua tanah ini.
Podzolik merah kuning ini masuk dalam salah satu jenis tanah ultisol. Tanah PMK ini memiliki sifat yang mudah dan basah, dengan tekstur tanah berlempung dan berpasir. Dengan ph yang sangat rendah, tanah ini tergolong cocok dimanfaatkan untuk perkebunan dan persawahan. Selain itu, tanah ini bisa mengalami pencucian oleh air hujan dikarenakan berasal dari bahan induk batuan karsa di zona dengan curah hujan 2500-3000 mm.

5. Tanah Pasir

Tanah pasir merupakan jenis jenis tanah yang memiliki partikel yang besar. Pada umumnya, tanah ini sangat peka terhadap erosi dikarenakan belum membentuk agregat. Terbentuk dari batuan beku dan batu sedimen dengan butiran besar dan juga kasar.
Jenis tanah ini mempunyai tingkat serat yang lemah. Tanah Pasir ini sendiri tergolong menjadi 3 jenis, yakni : bukit pasir sand, batuan sedimen, dan tanah pasir abu vulkanik. Adapun ciri-ciri dari tanah ini yakni tidak memiliki kandungan air, unsur hara, dan mineral dikarenakan teksturnya sangat lemah. Itulah sebabnya, tanah pasir tidak cocok untuk bercocok tanam

6. Tanah Kapur

Sering disebut sebagai mediteran, tanah kapur ini merupakan jenis jenis tanah yang juga tidak memiliki kandungan unsur hara. Disebut tanah kapur, karena tanah ini terbentuk dari bebatuan kapur yang telah hancur dan sudah mengalami proses pelapukan.
Pada umumnya tanah kapur ini memiliki warna putih pucat. Selain tidak memiliki unsur hara, tanah ini juga sangat mudah dilalui oleh air sehingga banyak ditemukan di dasar sungai. Tanah ini tidak cocok untuk bercocok tanam, tetapi bisa digunakan untuk menanam pohon jati. Ya, jenis pohon yang satu ini ternyata cocok bertumbuh diatas tanah kapur.

7. Tanah Margel

Tanah margel atau biasa juga disebut dengan tanah merbalit merupakan pepaduan tanah kapur dan juga tanah liat. Banyak ditemukan didaerah pegunungan atau di dataran rendah, dengan proses pembentukannya sangat dipengaruhi oleh curah hujan di sepanjang tahunnya.
Dengan warna tanah yang berwarna putih yang berasal dari kapur. Termasuk kedalam tanah yang memiliki tingkat kesuburan rendah sehingga tidak cocok untuk ditempati bercocok tanaman. Tidak cocok untuk lahan pertanian bukan berarti tidak cocok untuk lahan perkebunan bukan? Karena pada kenyataannya tanah Margel ink sangat cocok untuk ditanami pohon jati dan juga palawija.

8. Tanah Laterit

Tanah Laterit merupakan jenis jenis tanah yang juga tergolong kurang subur dan sedikit memiliki unsur hara. Hal ini dikarenakan tanah Laterit dalam perjalanannya banyak kehilangan unsur hara karena erosi tanah. Tanah ini sering dimanfaatkan manusia untuk membuat batu-bata.
Jenis tanah ini banyak terdapat didaerah pertambangan yang banyak memiliki pegunungan karst dan kapur. Warna merah kekuning-kuningan pada tanah ini merupakan akibat dari hilangnya unsur hara didalamnya. Tanah ini memiliki karakteristik yang mudah sekali menyerap air jika hujan turun.

9. Tanah Humus

Jenis tanah yang selanjutnya adalah tanah humus, yaitu tanah yang dikenal sebagai tanah yang memiliki tingkat kesuburan paling tinggi. Memiliki karakteristik yang gembur dan kaya akan unsur hara. Bahkan kandungannya mirip kompos membuat tanah ini sangat cocok digunakan untuk bercocok tanam.
Terbentuk dari pelapukan-pelapukan dedaunan dan sisa-sisa batang pohon, juga hewan yang mengalami perombakan oleh organisme didalam tanah. Tanah ini banyak ditemukan didaerah yang banyak memiliki pepohonan lebat, seperti di hutan hujan tropis. Tekstur tanah ini gembur dengan warna yang coklat gelap kehitaman.
Itulah tadi beberapa jenis jenis tanah yang ada di Indonesia, mulai dari yang banyak mengandung unsur hara sampai tanah yang memiliki sedikit kandungan unsur hara. Semua punya manfaatnya masing-masing. Sebagai makhluk Tuhan yang berakal, janganlah mencemari tanah dengan sengaja tanpa penanganan lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published.