Budaya Literasi : Manfaat, Tujuan dan Betapa Penting dalam Kehidupan

By | 3 October 2020
Budaya Literasi

Budaya Literasi – Literasi atau yang mungkin lebih dikenal publik dengan istilah membaca merupakan kegiatan yang sedang digiatkan oleh pemerintah. Hal ini dikarenakan budaya literasi yang baik dipercaya dapat meningkatkan kualitas daya pikir seseorang.

Sesuai dengan penelitian para ahli di UNESCO yang menjelaskan bahwa literasi sebagai kemampuan untuk mengindikasi. Meningkatkan kemampuan baca di negara yang indeks membaca bukunya rendah seperti Indonesia tentu hal yang sulit.

Tapi bukan berarti hal itu tidak dapat dilakukan. Terbukti dengan naiknya level indeks membaca di Indonesia karena semakin digiatkannya kegiatan ini. Dimulai dari sekolah, kantor, bahkan hingga instansi atau lembaga terkait.


Pengertian Literasi

Budaya Literasi

Banyak masyarakat yang mengartikan literasi sebagai kemampuan untuk menulis dan membaca. Hal ini tidak salah karena itu merupakan arti harfiah yang umum terdapat di kamus. Sebenarnya literasi mengandung arti yang lebih luas. Kemampuan seseorang yang mampu menggunakan keterampilan atau potensinya dalam memproses dan memahami informasi saat melakukan kegiatan menulis atau membaca.

Selain itu kemampuan seperti menganalisis, mengolah, memahami kata demi kata, ejaan, atau bahkan suara juga termasuk dalam literasi. Literasi sendiri berasal dari bahas latin yakni literatus yang berarti orang yang sedang belajar. Hal ini menyebabkan literasi erat kaitannya dengan membaca dan menulis.

Baca Juga: Unsur Unsur Budaya


Sejarah Literasi

Budaya Literasi

Budaya Literasi sebenarnya sudah ada semenjak zaman dahulu. Hal ini ditandai dengan adanya perubahan dari zaman pra aksara ke zaman aksara. Keberadaan literasi ini timbul karena perkembangan dari penomoran, dan peralatan hitung sejak awal abad ke 8000 SM. Tapi sejarah mencatat bahwa komunikasi yang ditulis ada pertama kali di Serbia (budaya Vinca).

Komunikasi yang ditulis ini mulai berkembang, dan menjadi awal perubahan ke zaman aksara. Zaman ini pun mulai dipahami sebagai kepahaman seseorang terhadap informasi yang tertuang dalam media tulis. Hal ini pun diperkuat dengan deklarasi yang ada di UNESCO 2003 bahwa literasi merupakan hubungan sosial, makna praktek, dengan bahasa, pengetahuan, dan budaya.


Prinsip-Prinsip Literasi

Budaya literasi memiliki beberapa prinsip yang harus diterapkan agar literasi tersebut dapat berjalan dengan baik. Prinsip yang pertama adalah harus berimbang. Tidak hanya menyuruh untuk membaca terus menerus tapi suatu instansi harus memahami bahwa kemampuan setiap orang berbeda-beda. Tapi harus ada variasi dalam bacaan dan waktu membaca, sehingga individu dapat memahami.

Melangsungkan diskusi adalah prinsip yang kedua. Prinsip ini adalah prinsip yang paling sering dilupakan, sehingga menkbabkan kegiatan ini menjadi membosankan. Membahas materi yang sebelumnya dibaca sangat penting untuk diterapkan agar materi dapat dipahami lebih mendalam.

Baca Juga: Budaya Politik


Manfaat Penerapan Budaya Literasi

Sebagai sesuatu yang sangat digiatkan oleh pemerintah tentu budaya literasi memiliki manfaat yang baik. Selain dapat mengasah otak manusia dalam memproses dan memahami suatu informasi dalam tulisan atau bacaan, masih banyak manfaat lainnya. Manfaat-manfaat tersebut diantaranya.

1. Menambah Kosa Kata

Manfaat literasi yang pertama tentu adalah menambah kosa kata. Seperti yang diketahui bahwa kegiatan membaca dan menulis dapat menambah kosa kata seseorang. Dengan rajin membaca beberapa varian buku tentu banyak kosa kata baru yang bisa bertambah. Melihat hal ini tentu tidak mustahil jika dengan rajin membaca maka bahasa yang digunakan pun akan semakin baik.

2. Mempelajari Bahasa Baru

Manfaat selanjutnya masih berhubungan dengan manfaat budaya literasi yang pertama. Mempelajari bahasa baru dapat dilakukan hanya dengan membaca atau menulis. Bila ingin mendapatkan manfaat ini pembaca dapat menambah beberapa varian baru dalam materi bacaan. Terutama perbanyak yang berbahasa asing.

3. Mendapat Wawasan Baru

Membaca adalah jendela dunia. Tidak ada yang salah rasanya jika mengamini kalimat tersebut. Dengan membaca seseorang dapat mengetahui suatu hal tanpa harus melakukan, mendatangi, suatu hal tersebut. Sehingga tidak heran jika menambah wawasan baru menjadi manfaat dari budaya literasi.

4. Mengoptimalkan Kinerja Otak

Harus dipahami bahwa literasi tidak hanya sekedar kegiatan membaca tapi juga kegiatan menulis. Dengan rajin membaca dan menulis maka kemampuan kinerja otak akan semakin terasah. Otak akan terus bekerja untuk memahami informasi apa yang ada di suatu buku atau materi yang dibaca.

5. Meningkatkan Kemampuan Verbal

Berbicara yang baik merupakan sesuatu hal yang harus dipelajari. Bahkan karena hal ini sangat penting ada pendidikan khusus untuk mempelajari cara berkomunikasi yang baik dan benar. Membaca selain menambah kosa kata baru juga dapat meningkatkan kemampuan verbal seseorang. Dengan membaca seseorang tahu kata apa yang tepat untuk diucapkan dalam kondisi yang dibutuhkan.

6. Menaikkan Kemampuan Menulis

Mengolah dan memahami suatu kata menjadi bagian tak terpisahkan dari literasi. Hal ini dapat membantu seseorang untuk meningkatkan kemampuan menulisnya. Dengan rajin membaca seseorang jadi tahu penggunaan tanda baca yang tepat, ejaan kata yang benar, serta etika dalam menulis yang baik dan benar.

7. Mengurangi Stres

Mengurangi stres dapat dilakukan dengan hanya membaca atau menulis sesuatu. Tidak peduli seberapa stres seseorang ketika orang tersebut sudah menemukan cerita yang hebat, maka stresnya akan berkurang. Begitu pun ketika seseorang menulis entah itu menulis diary, cerita, atau apapun maka stres akan teralihkan.

8. Menemukan Kedamaian

Materi bacaan tidak hanya berupa biografi, dongeng, percintaan atau hal lainnya ada juga materi bacaan yang bersifat spiritual. Dengan membaca buku yang bersifat spiritual maka dapat dipercaya dapat mengurangi tekanan darah. Hal ini menyebabkan timbulnya ketenangan dari dalam diri seseorang.

9. Meningkatkan Kemampuan Fokus dan Konsentrasi

Dalam masa internet yang menggila, perhatian seseorang dapat terbagi ke beberapa hal yang berbeda. Namun hal ini akan berbeda ketika seseorang membaca sesuatu hal, maka perhatiannya hanya akan terfokus ke hal itu. Penelitian menyarankan seseorang untuk membaca 15 – 20 menit setiap pagi maka fokus seseorang di sisa harinya akan lebih baik.

10. Kemampuan Analisis yang Lebih Kuat

Kemampuan untuk menganalisis ini akan timbul ketika seseorang rajin membaca buku yang bertemakan misteri. Tapi jangan salah materi apapun dapat meningkatkan kemampuan analisis terutama cerita yang alurnya bersifat krusial. Apalagi jika materi tersebut dibahas melalui sebuah diskusi, maka seseorang dapat mengungkapkan kemampuan analisisnya dengan menyampaikan pendapat.

11. Dorongan Mental

Penelitian menunjukan sebuah hasil signifikan dimana membaca yang dilakukan rutin dapat memberikan stimulasi mental. Hal ini dapat menyebabkan melambatnya proses atau bahkan mencegah timbulnya dimentia atau alzheimer. Membaca menyebabkan otak bekerja dan terstimulasi, maka dapat mencegahnya dari kehilangan kekuatan.

12. Hiburan Gratis

Kata siapa membaca itu mahal? Di zaman yang sudah serba canggih seperti sekarang membaca bisa dilakukan oleh siapapun. Hanya dengan bermodalkan handphone membaca dapat dilakukan dimanapun, dan kapanpun. Sudah banyak portal membaca online yang legal yang menyediakan beberapa materi bacaan yang dapat dinikmati dengan mudah.

Kegiatan membaca yang selama ini terkesan membosankan dapat dihilangkan kesan tersebut apabila penerapannya baik. Dengan melaksanakan kegiatan budaya literasi secara rutin, maka diharapkan kualitas SDM di Indonesia dapat meningkat. Tidak ada lagi alasan untuk tidak membaca. Karena ternyata membaca serta menulis itu memberikan banyak manfaat.

Budaya Literasi

Leave a Reply

Your email address will not be published.