Budaya Jawa Barat : Sangat Unik dan Menarik, Banyak Memikat Wisatawan

Budaya Jawa Barat

Budaya Bali – Budaya Bali merupakan salah satu keistimewaan yang dimiliki oleh Indonesia. Bali yang sering disebut sebagai Pulau Dewata, memiliki kebudayaan yang diciptakan oleh perpaduan antara agama Hindu Dharma dan adat istiadat setempat. Jutaan karya murni khas Bali yang unik membuat pulau ini bisa menarik jutaan wisatawan setiap tahunnya.

Saat pertama kali menginjakkan kaki di Pulau Bali, beberapa pura besar sudah menyambut, di sepanjang jalan juga dipenuhi dengan arca-arca kecil lengkap dengan sesajen. Masyarakat yang ramah juga membuat semua orang yang datang kesana merasa sangat nyaman.

Budaya Bali sangat banyak sekali jenisnya, mulai dari tari tradisional, kesenian khas Bali, bangunan ibadah yang indah dan masih banyak sekali. Bali seolah memiliki sebuah keistimewaan tersendiri yang tidak dimiliki pulau lain, dengan kekayaan alam, tradisi, adat dan legenda.


Keunikan Budaya Bali

Budaya Bali

Bali merupakan salah pulau dengan kekayaan alam dan peninggalan bersejarahnya. Semua tradisi atau ritual khas Bali merupakan salah satu kekayaan adat yang harus terus dijaga. Budaya merupakan suatu yang diwariskan dari leluhur dengan tujuan agar keseimbangan bisa terus dijaga.

Setiap daerah tentunya memiliki keunikan budayanya masing-masing, termasuk budaya bali. Salah satu yang paling unik adalah setiap tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Bali pasti selalu dilakukan dengan menggunakan pakaian adat. Hal ini merupakan suatu bentuk upaya untuk menjaga kelestarian budaya pakaian adat.

Tidak hanya masyarakat Bali, setiap wisatawan yang ingin melihat secara langsung harus bersedia menggunakan pakaian adat khas Bali. Keunikan yang lainnya adalah, setiap desa yang ada di Bali pasti memiliki tradisinya masing-masing. Semua tradisi tersebut memiliki perbedaan dari setiap desanya, dan waktu penyelenggaraannya pun juga berbeda-beda.

Semua kebudayaan yang ada di Bali masih terus dilestarikan hingga saat ini. budaya atau tradisi merupakan sesuatu yang sangat mahal atau bahkan tidak ternilai. Keunikan-keunikan dari budaya Bali harus terus dijaga nilainya agar bisa terus lestari.

Baca Juga: Komunikasi Antar Budaya


5 Budaya Bali Yang Tidak Dimiliki Daerah Lain

Budaya Bali

Setiap daerah di Indonesia tentunya memiliki kebudayaannya masing-masing, yang terkadang tidak dimiliki oleh daerah lain. Termasuk budaya Bali yang tidak akan ditemukan di daerah lain. Beberapa budaya tersebut diantaranya adalah sebagai berikut.

Baca Juga: Budaya Literasi

1. Ngaben

Budaya Bali yang pertama adalah upacara Ngaben. Tradisi ini merupakan bagian dari ajaran Hindu, yaitu yang memiliki tujuan untuk mensucikan arwah manusia yang telah meninggal. Upacara Ngaben dilakukan dengan cara membakar jenazah yang telah diletakkan di sebuah wadah. Pembakaran dilakukan menggunakan kayu bakar dan disaksikan oleh seluruh anggota keluarga.

Setelah selesai pembakaran, abu jenazah kemudian akan diberikan kepada pihak keluarga. Abu tersebut, selanjutnya akan dihanyutkan ke laut atau pun sungai. Makna dari menghanyutkan abu tersebut adalah sebagai tanda bahwa telah melepaskan jiwa agar kembali kepada Sang Pencipta.

Sebenarnya upacara Ngaben ini juga memiliki beberapa bentuk, diantaranya adalah Ngaben Sawa Wedana, Warak Krunon, Swasta, Ngelungah, dan Ngaben Asti Wedana. Semua bentuk tersebut memiliki perbedaan cara melakukan upacaranya.

2. Gebug Ende Seraya

Dari namanya, Budaya Bali yang satu ini merupakan kesenian khas Desa Seraya. Gebug Ende Seraya merupakan sebuah kesenian yang hanya dilakukan oleh orang dewasa. Hal tersebut dikarenakan, kesenian ini dilakukan dengan cara melakukan pertarungan antar dua orang dengan menggunakan tameng dan senjata.

Senjata yang digunakan pada kesenian ini merupakan rotan. Tidak ada pemenang dalam pertarungan ini, karena selain untuk hiburan, kesenian ini juga merupakan sebuah ritual untuk memanggil hujan. Oleh karena itu, kesenian yang satu ini hanya dilakukan pada saat musim hujan.

Desa Seraya merupakan salah satu desa yang memiliki kondisi yang kering dan tandus, apalagi disaat musim kemarau. Kepercayaan masyarakat adat sana, menganggap bahwa dengan melakukan sebuah ritual Gebug Ende Seraya bisa mengakhiri kemarau yang melanda desa mereka.

3. Ritual Pengerebongan

Budaya Bali yang selanjutnya adalah ritual Pengerebongan atau yang juga bisa disebut dengan ngerebong. Ritual ini merupakan salah bentuk ritual keagamaan yang dilakukan dengan tujuan untuk mendekatkan diri dengan Sang Pencipta, dengan sesama manusia dan juga dengan alam.

Tempat untuk melaksanakan ritual ini adalah Pura Pengerebongan. Pelaksanaannya pun tidak sembarang waktu, ritual ini hanya dilaksanakan pada Minggu Pon pada Wuku Medangsia berdasarkan kalender Bali. Meskipun hanya dilakukan oleh umat Hindu, namun wisatawan atau masyarakat luar Bali juga bisa menyaksikan dengan syarat harus menggunakan pakaian adat Bali.

Pada pembukaan, ritual pengerebongan dimulai dengan tabuhan khas Bali, persembahan bunga dan juga penjor-penjor. Setelah pembukaan selesai, para umat Hindu yang mengikuti ritual ini melakukan sembahyang di Pura Pengerebongan. Seusai sembahyang, para Mangku dan Bhatara keluar dari pura dan berjalan mengelilingi tempat adu ayam atau yang masyarakat Bali menyebutnya dengan Wantilan.

Ritual harus dilakukan dengan kekhusukan agar bisa benar-benar menghayati. Tidak jarang para Mangku atau Bhatara ini mengalami kerasukkan karena sangking khusuknya. Beberapa yang kerasukan terkadang tiba-tiba menangis, menari atau bahkan menjerit.

4. Tradisi Trunyan

Budaya Bali selanjutnya adalah Tradisi Trunyan, sesuai dengan namanya, tradisi ini merupakan khas masyarakat Desa Trunyan. Masyarakat Desa Trunyan juga menyebutnya dengan Mepasah. Tradisi ini merupakan sebuah ritual yang dilakukan untuk orang yang sudah meninggal.

Setiap orang yang sudah meninggal, jasadnya langsung diletakkan di Mepasah. Diletakkan secara terbaring diatas tanah dan diberikan pagar bambu. Uniknya dari tradisi ini adalah, meskipun tempat tersebut penuh dengan jenazah, namun tidak satu pun yang beraroma busuk.

Terdapat salah satu pohon, yang disebut pohon taru menyan. Keistimewaan dari pohon ini adalah bisa menyerap aroma busuk. Sebelum adanya ritual ini, pohon taru menyan ini memiliki bau yang sangat menyengat, akhirnya masyarakat mencoba memberikan mayat dibawahnya dan aroma menyengat tersebut lansung menghilang.

Tidak semua jenazah bisa diletakkan disana, terdapat beberapa persyaratan, diantaranya adalah sudah menikah, dan dengan proses kematian yang wajar. Jumlah jenazah yang diletakkan disana maksimal 11 jenazah. Sehingga, setelah mencapai 11 orang, jenazah bisa dikubur atau juga bisa dikremasi.

5. Tradisi Mekotek

Tradisi Mekotek merupakan salah satu budaya Bali yang diwariskan oleh leluhur penganut Agama Hindu. Waktu pelaksanaan tradisi Makotek adalah pada saat Hari Raya Kuningan. Masyarakat Bali meyakini dengan melakukan tradisi Makotek, semua hal negatif dapat dikurangi, seperti bala bencana dan juga ritual ini bertujuan untuk menyatukan umat.

Dalam pelaksanaannya, tradisi Makotek dilakukan dengan cara berjalan kaki mengelilingi Desa Munggu, Bali. Setiap peserta harus menggunakan pakaian adat dan membawa tongkat bambu. Saat telah sampai di tujuan, tongkat yang dibawa oleh masing-masing orang dikumpulkan menjadi satu, hingga membentuk piramida.

Selain lima kebudayaan yang telah sebutkan diatas, sebenarnya masih banyak lagi budaya Bali yang unik dan menarik. Namun, dari setiap kebudayaan di Bali, hampir dari semuanya memiliki satu kesamaan. Hal tersebut adalah sama-sama menjunjung tinggi hubungan dengan Tuhan, Manusia dan Alam. Semua nilai tersebut sebenarnya bisa diimplementasikan untuk semua masyarakat di Indonesia.

Oleh karena itu, meskipun bukan asli masyarakat Bali, namun kita adalah sama-sama orang Indonesia. Mari untuk bersama-sama saling melestarikan budaya. Salah satu yang mahal dari sebuah tradisi adalah nilainya, bagaimana leluhur bisa mengajarkan nilai kehidupan jika bukan dari budaya yang diwariskan.

Budaya Bali
Budaya Jawa Barat – Budaya jawa barat adalah budaya yang ada di daerah jawa barat, budaya yang dipengaruhi oleh budaya sunda dan Cirebon, yang biasa disebut kasundaan dan kacirebonan.

Kedua budaya tersebut berkembang dari masa kerajaan yang berkuasa jaman dulu hingga sekarang. Dimana budaya tersebut mempengaruhi kehidupan sosial di masyarakat seluruh daerah jawa barat.

Propinsi jawa barat memiliki ibu kota yang bernama Bandung. Propinsi yang dikelilingi oleh gunung ini, membuat udara di jawa barat terkesan dingin dan sejuk. Banyak sekali destinasi wisata yang bisa ditemukan di propinsi jawa barat ini , seperti takuban perahu, yang menjadi salah satu destinasi wisata andalan propinsi jawa barat.


Latar Belakang Budaya Jawa Barat

Seperti penjelasan di atas, budaya jawa barat berlandaskan dua budaya yang kuat, yang telah tertanam pada masyarakat sejak jaman kerajaan. Di bawah ini akan dijelaskan budaya apa saja yang melatarbelakangi budaya jawa barat, dan berkembang hingga sampai sekarang.

Baca Juga: Budaya Jepang

Kebudayaan Sunda

Kebudayaan sunda ini berkembang di tataran pasundan yang mencakup wilayah, daerah jawa barat, sebagian daerah banten bahkan jawa tengah jaman dulunya. Budaya sunda yang mendarah daging di daerah pasundan berciri-ciri dengan perilaku penduduknya yang ceria, periang, ramah dan bahagia, walau dengan kondisi apapun. Budaya sunda adalah budaya tertua di Indonesia.

Kepercayaan yang dianut oleh masyarakat pasundan jaman dahulu adalah sunda wiwitan yang sangat mengajarkan selaras dengan alam. Walau sekarang masyarakat jawa barat adalah mayoritas beragama islam, namun ajaran budaya sunda wiwitan tetap menjadi panutan sebagian masyarakat, yakni selaras dengan alam sekitar. Budaya sunda menjadi salah satu kekayaan budaya nusantara Indonesia.

Budaya sunda memiliki nilai-nilai budaya tersendiri dan memiliki ciri khas yang bisa dibedakan dengan budaya yang lainnya. Pada umumnya masyarakat tatar sunda ini terkenal dengan sosok yang sangat religius, lembut dan sangat spiritualis. Masyarakat sunda menitik berat akan rasa saling welas asih atau berkasih sayang dan lemah lembut terhadap sesama.

Keseniannya sunda juga memiliki ciri tersendiri, dari tariannya, music hingga bahasa yang digunakan. Kesenian sunda ini sangat beragam, namun kental dengan kebudayaan asli pasundanya, seperti dari tarian jaipongan, wayang golek dan juga tari sisingaan. Alat musik sunda yang khas yang terbuat dari bilah bambu yakni angklung, dan alat musik tradisional lainnya.

Bahasa daerah jawa barat yang asli adalah bahasa sunda. Bahasa daerah yang biasa dibilang bahasa ibu ini sangat menjadi ciri bagi orang sunda. Pengakuan seseorang darimana asalnya adalah penguasaan bahasa daerah. Seperti bahasa sunda ini, orang yang bisa berbahasa sunda akan dicap sebagai orang sunda walau tinggal diluar jawa barat.

Budaya Cirebon

Budaya Cirebon ini sangat kental digunakan oleh masyarakat bagian pantai utara atau di daerah priangan, dan Cirebon. Tidak semua masyarakat jawa barat menggunakan bahasa ibu yakni bahasa sunda, bagian pesisir selatan jawa barat menggunakan bahasa cirebonan. Ini dikarenakan dulunya kota Cirebon itu menjadi satu dengan pasundan namun kemudian memisahkan diri.

Pemisahan diri Cirebon jauh lebih maju secara ekonomi daripada pasundan, kota yang pernah mengalami peningkatan pesat di saat Sunan Gunung jati memerintah ini, menjadi tempat persinggahan para pedagang antar daerah, maka dari itu budaya Cirebon dipengaruhi oleh berbagai etnis, terlihat dari bangunan yang ada di kota tersebut yang berbeda arsitekturnya.

Baca Juga: Budaya Jawa Timur


Macam-Macam Jenis Budaya Jawa Barat

Macam-Macam Jenis Budaya Jawa Barat

Di bawah ini ada beberapa macam budaya yang berasal dari jawa barat berikut penjelasannya, sebagian besar sudah diketahui secara oleh masyarakat Indonesia, namun ada juga budaya yang belum diketahui secara umum. Sebagai masyarakat tentu harus mengenal budaya yang ada di nusantara, terutama budaya sunda ini.

1. Pakaian Adat

Kebaya telah menjadi pakaian nusantara ini sangat mudah dikenali, baju tradisional ini memiliki bentuk berbeda pada tiap daerah khususnya di pulau jawa. Seperti nama kebaya putu baru adalah kebaya yang khusus dipakai oleh ratu atau puteri kesultanan jawa tengah, sedangkan di sumatera bahkan Malaysia menamakan pakaian ini dengan kebaya panjang.

2. Wayang Golek

Salah satu seni tradisional yang unik adalah salah satu ciri kesenian yang dimainkan oleh seorang dalang, hampir sama dengan wayang kulit, bedanya media yang dimainkan adalah boneka dari kayu. Tokoh cepot adalah salah satu wayang yang paling sering dimainkan, dengan wajah merah dan dialek sundanya yang kental, sangat mudah dikenali.

3. Tari Jaipong

Salah satu kesenian yang mengidentitaskan khasnya budaya adalah tariannya. Tari jaipong salah satunya, tari yang dimainkan oleh beberapa penari wanita ini sangat kental nuansanya dengan khas budaya sundanya. Dengan gerakan khas yang dinamakan jaipong ini, biasanya disajikan ketika, penerimaan tamu dan acara perhelatan yang diselenggarakan oleh masyarakat atau pemerintah daerah.

4. Musik Degung

Alat musik tradisional jawa barat ini adalah sekumpulan alat musik yang terdiri dari beberapa gamelan, gendang dan juga gong. Alat musik ini biasa diperdengarkan saat diadakan pagelaran pentas seni baik yang diselenggarakan oleh pemerintah ataupun hajatan biasa yang digelar oleh masyarakat setempat, musik Degung ini juga sering mengiringi penyinden bernyanyi.

5. Alat Musik Rampak Gendang

Budaya jawa barat satu ini adalah suatu pertunjukan alat musik khusus yang bernama gendang. Alat musik yang dimainkan oleh lebih dari empat orang ini, harus melakukannya secara bersamaan dengan keahlian yang khusus dalam permainan gendang. Rampak gendang ini biasa dipertunjukkan ketika acara pesta atau acara ritual yang diselenggarakan oleh masyarakat.

6. Musik Calung

Satu lagi alat musik tradisional yang mencirikan khas budaya jawa barat. Alat musik yang terbuat dari bambu ini dimainkan oleh sekelompok orang atau biasanya lima orang dengan cara dipukul atau diketuk. Alat musik sunda ini biasanya hanya bersifat sebagai musik penggiring sebuah acara lawakan atau candaan pada suatu acara perhelatan.

7. Atraksi Pencak Silat

Pencak silat ini merupakan budaya jawa barat dan kini menjadi budaya nusantara. Pencak silat sendiri tadinya berasal dari tarian yang menggunakan gerakan seperti bela diri ini, diiringi musik seperti rampak gendang. Selain itu para pemain pencak silat juga mengenakan pakaian khusus seperti pakaian adat dengan ikat kepala yang disebut iket.

8. Kuda Renggong

Budaya kesenian tradisional ini asalnya dari daerah sumedang, tarian in dipersembahkan kala ada hajatan sunatan atau khitanan. Tari ini sangat unik, karena diperagakan oleh beberapa kuda telah terlatih. Kuda yang dipilih adalah kuda yang bertubuh tegap dihias dengan berbagai aksesoris berwarna cerah, kuda-kuda akan menari seiringan musik gendang yang mengalun.

9. Tutunggulan

Satu lagi budaya jawa barat yang baru dikenal oleh masyarakat, yakni tutunggulan. Kesenian ini adalah alunan music yang dihasilkan dari alu, atau lesung yang diketuk atau dibenturkan. Alat ini dimainkan oleh beberapa wanita dengan ritme nada yang teratur, bahkan bisa mengiringi lagu atau kawih-kawih yang juga dinyanyikan oleh para pemain tutunggulan.

Jika mendengar kata budaya jawa barat maka sunda adalah yang umum diucapkan oleh orang-orang. Budaya yang langsung mencirikan seseorang berasal dari daerahnya, sama dengan budaya lainnya. Tak kan dikenal seseorang itu jika tak diketahui darimana asalnya, budaya adalah salah satu ciri bangsa yang tak boleh ditinggalkan masyarakat Indonesia di manapun berada.

Budaya jawa barat adalah salah satu dari ribuan budaya yang dimiliki oleh Indonesia, sebagai bangsa yang besar, seorang yang mengaku berasal dari negara yang memiliki beragam budaya ini wajib untuk melestarikan budaya yang ditinggalkan oleh nenek moyang. Jangan malu untuk mengakui budaya yang telah menjadi identitas dan kebanggaan warga Indonesia.

Budaya Jawa Barat

Leave a Reply

Your email address will not be published.