Budaya Bali : Sangat Unik dan Menarik, Banyak Memikat Wisatawan

By | 18 October 2020
Budaya Bali

Budaya Bali – Budaya Bali merupakan salah satu keistimewaan yang dimiliki oleh Indonesia. Bali yang sering disebut sebagai Pulau Dewata, memiliki kebudayaan yang diciptakan oleh perpaduan antara agama Hindu Dharma dan adat istiadat setempat. Jutaan karya murni khas Bali yang unik membuat pulau ini bisa menarik jutaan wisatawan setiap tahunnya.

Saat pertama kali menginjakkan kaki di Pulau Bali, beberapa pura besar sudah menyambut, di sepanjang jalan juga dipenuhi dengan arca-arca kecil lengkap dengan sesajen. Masyarakat yang ramah juga membuat semua orang yang datang kesana merasa sangat nyaman.

Budaya Bali sangat banyak sekali jenisnya, mulai dari tari tradisional, kesenian khas Bali, bangunan ibadah yang indah dan masih banyak sekali. Bali seolah memiliki sebuah keistimewaan tersendiri yang tidak dimiliki pulau lain, dengan kekayaan alam, tradisi, adat dan legenda.


Keunikan Budaya Bali

Budaya Bali

Bali merupakan salah pulau dengan kekayaan alam dan peninggalan bersejarahnya. Semua tradisi atau ritual khas Bali merupakan salah satu kekayaan adat yang harus terus dijaga. Budaya merupakan suatu yang diwariskan dari leluhur dengan tujuan agar keseimbangan bisa terus dijaga.

Setiap daerah tentunya memiliki keunikan budayanya masing-masing, termasuk budaya bali. Salah satu yang paling unik adalah setiap tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Bali pasti selalu dilakukan dengan menggunakan pakaian adat. Hal ini merupakan suatu bentuk upaya untuk menjaga kelestarian budaya pakaian adat.

Tidak hanya masyarakat Bali, setiap wisatawan yang ingin melihat secara langsung harus bersedia menggunakan pakaian adat khas Bali. Keunikan yang lainnya adalah, setiap desa yang ada di Bali pasti memiliki tradisinya masing-masing. Semua tradisi tersebut memiliki perbedaan dari setiap desanya, dan waktu penyelenggaraannya pun juga berbeda-beda.

Semua kebudayaan yang ada di Bali masih terus dilestarikan hingga saat ini. budaya atau tradisi merupakan sesuatu yang sangat mahal atau bahkan tidak ternilai. Keunikan-keunikan dari budaya Bali harus terus dijaga nilainya agar bisa terus lestari.

Baca Juga: Komunikasi Antar Budaya


5 Budaya Bali Yang Tidak Dimiliki Daerah Lain

Budaya Bali

Setiap daerah di Indonesia tentunya memiliki kebudayaannya masing-masing, yang terkadang tidak dimiliki oleh daerah lain. Termasuk budaya Bali yang tidak akan ditemukan di daerah lain. Beberapa budaya tersebut diantaranya adalah sebagai berikut.

Baca Juga: Budaya Literasi

1. Ngaben

Budaya Bali yang pertama adalah upacara Ngaben. Tradisi ini merupakan bagian dari ajaran Hindu, yaitu yang memiliki tujuan untuk mensucikan arwah manusia yang telah meninggal. Upacara Ngaben dilakukan dengan cara membakar jenazah yang telah diletakkan di sebuah wadah. Pembakaran dilakukan menggunakan kayu bakar dan disaksikan oleh seluruh anggota keluarga.

Setelah selesai pembakaran, abu jenazah kemudian akan diberikan kepada pihak keluarga. Abu tersebut, selanjutnya akan dihanyutkan ke laut atau pun sungai. Makna dari menghanyutkan abu tersebut adalah sebagai tanda bahwa telah melepaskan jiwa agar kembali kepada Sang Pencipta.

Sebenarnya upacara Ngaben ini juga memiliki beberapa bentuk, diantaranya adalah Ngaben Sawa Wedana, Warak Krunon, Swasta, Ngelungah, dan Ngaben Asti Wedana. Semua bentuk tersebut memiliki perbedaan cara melakukan upacaranya.

2. Gebug Ende Seraya

Dari namanya, Budaya Bali yang satu ini merupakan kesenian khas Desa Seraya. Gebug Ende Seraya merupakan sebuah kesenian yang hanya dilakukan oleh orang dewasa. Hal tersebut dikarenakan, kesenian ini dilakukan dengan cara melakukan pertarungan antar dua orang dengan menggunakan tameng dan senjata.

Senjata yang digunakan pada kesenian ini merupakan rotan. Tidak ada pemenang dalam pertarungan ini, karena selain untuk hiburan, kesenian ini juga merupakan sebuah ritual untuk memanggil hujan. Oleh karena itu, kesenian yang satu ini hanya dilakukan pada saat musim hujan.

Desa Seraya merupakan salah satu desa yang memiliki kondisi yang kering dan tandus, apalagi disaat musim kemarau. Kepercayaan masyarakat adat sana, menganggap bahwa dengan melakukan sebuah ritual Gebug Ende Seraya bisa mengakhiri kemarau yang melanda desa mereka.

3. Ritual Pengerebongan

Budaya Bali yang selanjutnya adalah ritual Pengerebongan atau yang juga bisa disebut dengan ngerebong. Ritual ini merupakan salah bentuk ritual keagamaan yang dilakukan dengan tujuan untuk mendekatkan diri dengan Sang Pencipta, dengan sesama manusia dan juga dengan alam.

Tempat untuk melaksanakan ritual ini adalah Pura Pengerebongan. Pelaksanaannya pun tidak sembarang waktu, ritual ini hanya dilaksanakan pada Minggu Pon pada Wuku Medangsia berdasarkan kalender Bali. Meskipun hanya dilakukan oleh umat Hindu, namun wisatawan atau masyarakat luar Bali juga bisa menyaksikan dengan syarat harus menggunakan pakaian adat Bali.

Pada pembukaan, ritual pengerebongan dimulai dengan tabuhan khas Bali, persembahan bunga dan juga penjor-penjor. Setelah pembukaan selesai, para umat Hindu yang mengikuti ritual ini melakukan sembahyang di Pura Pengerebongan. Seusai sembahyang, para Mangku dan Bhatara keluar dari pura dan berjalan mengelilingi tempat adu ayam atau yang masyarakat Bali menyebutnya dengan Wantilan.

Ritual harus dilakukan dengan kekhusukan agar bisa benar-benar menghayati. Tidak jarang para Mangku atau Bhatara ini mengalami kerasukkan karena sangking khusuknya. Beberapa yang kerasukan terkadang tiba-tiba menangis, menari atau bahkan menjerit.

4. Tradisi Trunyan

Budaya Bali selanjutnya adalah Tradisi Trunyan, sesuai dengan namanya, tradisi ini merupakan khas masyarakat Desa Trunyan. Masyarakat Desa Trunyan juga menyebutnya dengan Mepasah. Tradisi ini merupakan sebuah ritual yang dilakukan untuk orang yang sudah meninggal.

Setiap orang yang sudah meninggal, jasadnya langsung diletakkan di Mepasah. Diletakkan secara terbaring diatas tanah dan diberikan pagar bambu. Uniknya dari tradisi ini adalah, meskipun tempat tersebut penuh dengan jenazah, namun tidak satu pun yang beraroma busuk.

Terdapat salah satu pohon, yang disebut pohon taru menyan. Keistimewaan dari pohon ini adalah bisa menyerap aroma busuk. Sebelum adanya ritual ini, pohon taru menyan ini memiliki bau yang sangat menyengat, akhirnya masyarakat mencoba memberikan mayat dibawahnya dan aroma menyengat tersebut lansung menghilang.

Tidak semua jenazah bisa diletakkan disana, terdapat beberapa persyaratan, diantaranya adalah sudah menikah, dan dengan proses kematian yang wajar. Jumlah jenazah yang diletakkan disana maksimal 11 jenazah. Sehingga, setelah mencapai 11 orang, jenazah bisa dikubur atau juga bisa dikremasi.

5. Tradisi Mekotek

Tradisi Mekotek merupakan salah satu budaya Bali yang diwariskan oleh leluhur penganut Agama Hindu. Waktu pelaksanaan tradisi Makotek adalah pada saat Hari Raya Kuningan. Masyarakat Bali meyakini dengan melakukan tradisi Makotek, semua hal negatif dapat dikurangi, seperti bala bencana dan juga ritual ini bertujuan untuk menyatukan umat.

Dalam pelaksanaannya, tradisi Makotek dilakukan dengan cara berjalan kaki mengelilingi Desa Munggu, Bali. Setiap peserta harus menggunakan pakaian adat dan membawa tongkat bambu. Saat telah sampai di tujuan, tongkat yang dibawa oleh masing-masing orang dikumpulkan menjadi satu, hingga membentuk piramida.

Selain lima kebudayaan yang telah sebutkan diatas, sebenarnya masih banyak lagi budaya Bali yang unik dan menarik. Namun, dari setiap kebudayaan di Bali, hampir dari semuanya memiliki satu kesamaan. Hal tersebut adalah sama-sama menjunjung tinggi hubungan dengan Tuhan, Manusia dan Alam. Semua nilai tersebut sebenarnya bisa diimplementasikan untuk semua masyarakat di Indonesia.

Oleh karena itu, meskipun bukan asli masyarakat Bali, namun kita adalah sama-sama orang Indonesia. Mari untuk bersama-sama saling melestarikan budaya. Salah satu yang mahal dari sebuah tradisi adalah nilainya, bagaimana leluhur bisa mengajarkan nilai kehidupan jika bukan dari budaya yang diwariskan.

Budaya Bali

Leave a Reply

Your email address will not be published.