Contoh Batuan Beku : Ciri ciri, Jenis, Klarifikasi dan Sejarahnya

By | 17 October 2020
Contoh Batuan Beku

Batuan Beku – Terdapat banyak kekayaan alam yang ada di bumi, salah satunya adalah batuan beku. Batuan ini termasuk kedalam material yang bisa ditemukan dengan bebas di bumi. Kapan pun dan di mana pun, manusia dapat menjumpainya dengan bebas. Walau ada yang bersifat mahal namun rata-rata batuan ini bersifat gratis, dan bisa dimiliki siapa saja.

Jika melihat batu sekilas memang tidak ada bedanya. Semua batu sama, rata-rata memiliki tekstur yang padat, dan keras. Seperti batu permata dengan batu kristal. Jika dilihat sekilas tidak akan ada bedanya. Namun karena perbedaan unsur pembentuknya, dan cara pembentukannya maka terdapat banyak jenis batuan yang beragam. Salah satunya adalah batuan yang dibahas di awal tadi.


Mengetahui Tentang Batuan Beku

Batuan Beku

Membahas tentang batuan tentu dapat diartikan sebagai material yang memiliki tekstur keras, padat, dan terkadang kasar. Lalu pernahkah mendengar perihal batuan beku? Batuan ini sendiri terbentuk akibat proses pembekuan magma. Magma yang mendingin dengan atau tanpa kristalisasi inilah yang kemudian membeku.

Batu ini dapat juga disebut ignesius. Batuan ini bisa bersifat intrusif atau ekstrusif. Intrusif berarti terjadi di dalam permukaan bumi atau disebut juga platonik. Sementara ekstrusif bisa disebut vulkanik terjadi di luar permukaan bumi.

Baca Juga: simbiosis komensalisme


Proses Terbentuknya

Batuan Beku

Saat gunung berapi mengalami erupsi, material magma akan meleleh dan berupa menjadi lava. Material yang meleleh ini akan menuju ke permukaan bumi. Namun tidak semua magma yang keluar akan menuju ke permukaan bumi. Masih ada magma yang tertahan dan tidak mencapai permukaan bumi.

Meskipun begitu kedua magma ini tetap mengalami kristalisasi, yaitu proses pembekuan yang terjadi akibat perbedaan suhu. Suhu di sini merupakan suhu permukaan bumi lebih rendah dibanding suhu yang berada di dapur magma, yang tempat pertama magna berada.

Selanjutnya setelah proses pengkristalan selesai, magma yang membeku akan berubah menjadi batuan. Batuan ini berbeda-beda jenisnya, tergantung dari kecepatan pembekuan yang terjadi. Selain itu, komposisi mineral yang terkandung pun turut mempengaruhi pembentukan batuan ini.


Contoh Batuan Beku

Batuan Beku

Sebagai batuan yang diproses dengan kecepatan yang berbeda, tentu akan terdapat banyak jenis dari batuan ini. Selain kecepatan yang berbeda, tempat pembentukannya pun memiliki perbedaan. Lalu apa perbedaan lain yang membedakan jenis batuan ini satu dari yang lainnya? Berikut penjabarannya:

1. Batu Granit

Siapa sangka jika batu yang sering digunakan dalam pembangunan rumah ini, ternyata terbuat dari pembekuan magma. Batu granit memiliki bentuk yang khas dan indah. Ini sebabnya batu ini sering digunakan sebagai hiasan. Batu ini memiliki warna terang seperti abu-abu, putih, merah, dan cokelat. Tekstur batu ini juga kasar.

Batu ini termasuk jenis batuan dalam. Jika dilihat dari namanya, maka bisa dipastikan bahwa batu ini terbentuk di dalam permukaan bumi. Proses bekunya magma menjadi batu granit memakan waktu yang cukup lama, dan berulang-ulang.

2. Batu Apung

Jenis batu ini mungkin yang paling mudah ditemukan keberadaannya. Teksturnya yang kasar, membuat batu ini sering digunakan untuk mengamplas kayu atau bahan lainnya. Batu ini biasanya memiliki perpaduan warna yang unik. Dengan warna abu-abu cerah yang terkadang hampir putih, atau warna cokelat.

Batu ini masuk ke dalam batu efusit yaitu, batu yang mengalami pembentukan akibat pembekuan magma di luar permukaan bumi. Batu apung juga dapat disebut dengan pumis. Dinamakan batu apung, karena batu ini sering ditemukan mengapung di atas permukaan air.

3. Batu Obsidian

Batu ini memiliki permukaan yang halus, dan mengkilap seperti kaca. Hal ini menyebabkan batu obsidian sering dikatakan sebagai batu kaca. Meski begitu batu ini memiliki ciri khas berupa retakan. Retakan ini biasanya terjadi di permukaan batu. Batu ini juga memiliki ujung serpihan yang tajam.

Karena keindahannya, batu ini sering dijadikan sebagai batu untuk perhiasan. Selain itu karena sifatnya yang kuat, batu ini juga sering dijadikan sebagai alat pemotong. Batu ini juga kabarnya dapat menyembuhkan penyakit.

4. Batu Basal

Batu ini termasuk kedalam jenis batuan beku efusit sama seperti batu apung. Namun batu ini mengalami proses pembekuan yang lebih cepat dibandingkan batu apung. Batu ini juga tersusun dari beberapa campuran gas. Hal ini menyebabkan batuan ini memiliki rongga-rongga kecil yang terdapat di sekitarnya.

Batu basal atau bisa juga disebut batu lava. Warna batu ini hijau dan sedikit keabu-abuan. Jenis batu lava ini sering dimanfaatkan sebagai fondasi atau dasar dari bangunan rumah. Selain itu batu basal ini juga dapat digunakan untuk ornamen penghias rumah atau bangunan.

5. Batu Andesit

Batu ini dapat dikenali dari bentuknya yang sering dijumpai sebagai bahan bangunan candi. Warnanya terdapat butiran kecil berwarna putih, dan keseluruhan batu berwarna keabuan dengan campuran putih. Batu ini termasuk ke dalam batuan efusit, atau batuan yang terbentuk di luar permukaan bumi.

Selain sering dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, batu ini juga memiliki fungsi lainnya. Fungsi tersebut diantaranya dapat menyembuhkan penyakit seperti, insomnia, keregangan otot, dan gangguan panik. Selain menyembuhkan, ternyata juga dapat meningkatkan sistem imun atau kekebalan tubuh.

Baca Juga: trias politika


Ciri-Ciri Khusus Batuan Beku

Batuan Beku

Ada cara lain untuk membedakan jenis batu ini dengan batuan lainnya. Batuan ini memiliki ciri-ciri khusus yang tentu menjadi ciri khas batu ini dari batu yang lain.

  • Bentuk. Batuan ini memiliki bentuk yang beragam yang disebabkan adanya perbedaan proses kristalisasi, dan granulitas. Selain itu komponen mineral penyusun batu juga dapat membuat bentuk batu itu menjadi beragam. Namun rata-rata bentuk batu ini berrongga dan bersifat kokoh.
  • Warna. Jika dari bentuk masih susah untuk membedakan, maka dapat dilihat dari warnanya. Batu ini rata-rata memiliki warna dengan dominasi abu-abu, tapi tetap memiliki campuran warna lain di sekitarnya.
  • Granulitas atau ukuran. Dibedakan menjadi dua yaitu, afanetik, dan fanerik. Afanetik sendiri memiliki ciri-ciri yang sangat halus, sehingga diperlukan mikroskop untuk melihat mineral penyusunnya. Fanerik berkebalikan dengan afanetik karena mineral penyusunnya dapat diamati melalui mata telanjang.
  • Bentuk Kristal. Hal ini memang bukan ciri utama yang dapat membedakan batuan ini, dengan batuan lainnya. Bentuk kristal sendiri ada tujuh, yang terbagi berdasarkan pengamatan dua dimensi, dan tiga dimensi. Melalui dua dimensi yaitu subhedral, euhedral, dan anhedral. Untuk tiga dimensi yaitu tabular, prismitik, irregular, dan equidimensional.
  • Kristanilitas atau persentase kristal pembentukan batuan, yang dalam hal ini terbagi menjadi tiga. Untuk yang pertama ada holokristalin, yang berarti semua penyusun batu adalah kristal. Selanjutnya hipokristalin yang berarti ada sebagian massa gelas yang menyusun batu. Lalu terakhir, holohialin yang kesemuanya tersusun dari massa gelas.

Batuan ini ternyata memiliki beragam jenis, dan manfaat. Selain terkenal sebagai bahan bangunan, ataupun perhiasan, batuan beku ternyata juga dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit. Mulai dari gejala-gejala penyakit ringan, hingga yang berat.

Batuan Beku

Leave a Reply

Your email address will not be published.